Chandra Asri (TPIA) Akhiri Force Majeure, Pasokan Bahan Baku Kembali Aman Meski Biaya Naik
JAKARTA, investortrust.id – PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) resmi mencabut status force majeure atas pasokan polymer dan monomer, seiring kondisi operasional yang semakin stabil dan upaya penguatan kapasitas produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik.
Keputusan tersebut diambil setelah perseroan menjalankan berbagai langkah strategis guna menjaga kesinambungan produksi di tengah tantangan rantai pasok global. TPIA mengamankan sumber bahan baku alternatif dari berbagai pasar internasional, mengoptimalkan fasilitas kilang di Singapura, serta memperluas pengadaan hingga Amerika Serikat.
Baca Juga
Saham TPIA Terbang 67%, Laba Chandra Asri Melonjak ke US$ 205 Juta di Kuartal I-2026
Keputusan tersebut memicu kenaikan pesat harga saham TPIA di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam tiga hari hampir 20% menjadi Rp 6.325. Bahkan, kemarin, harga saham TPIA sempat melesat hingga auto reject atas (ARA) hampir 20%.
Langkah ini dilakukan meski menghadapi tantangan logistik dan kenaikan biaya. Pengiriman bahan baku dari Amerika Serikat memerlukan waktu sekitar 50–70 hari, lebih lama dibandingkan pasokan dari kawasan Timur Tengah yang berkisar 15–20 hari. Selain itu, harga naphta dari Amerika Serikat berada pada kisaran US$ 150–200 per metrik ton lebih tinggi dibandingkan pasokan dari Timur Tengah.
Direktur Sumber Daya Manusia dan Urusan Korporat Chandra Asri Group Suryandi menyatakan bahwa pencabutan status force majeure menjadi langkah penting dalam memastikan keandalan pasokan bagi industri nasional.
Baca Juga
Menanti Rebalancing MSCI Pekan Depan, Akankah Bobot Bank KBMI IV Dinaikkan?
“Sebagai mitra pertumbuhan industri Indonesia, prioritas kami adalah memastikan industri domestik tetap memperoleh bahan baku yang dibutuhkan,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (6/5/2026).
Untuk memperkuat keandalan pasokan, produksi ethylene dari fasilitas olefin cracker kini diprioritaskan untuk kebutuhan internal polymer plant. Kebijakan ini mendukung optimalisasi produksi polypropylene (PP) dan polyethylene (PE), yang menjadi bahan baku utama berbagai sektor seperti kemasan, otomotif, konstruksi, logistik, kesehatan, dan barang konsumsi.
Selain itu, perseroan memperkuat kesinambungan pasokan melalui dukungan monomer dan ethylene dari fasilitas grup di Singapura. Sinergi ini mencerminkan model bisnis terintegrasi yang mendukung ketahanan rantai pasok, meningkatkan fleksibilitas operasional, serta memungkinkan respons yang lebih cepat terhadap kebutuhan pasar domestik.

