Intip Target Terbaru Saham Unilever (UNVR) Ditengah Peluang Dividen dan Divestasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) direkomendasikan beli dengan potensi penguatan harga didukung kinerja keuangan kuartal I-2026 sesuai ekspektasi. Rekomendasi beli ini juga mempertimbangkan potensi dividen jumbo tahun ini.
Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini, untuk merekomendasikan beli saham UNTR dengan target harga direvisi turun dari Rp 2.700 menjadi Rp 2.500.
Baca Juga
Unilever (UNVR) Raup Laba Rp 1,3 Triliun di Kuartal I-2026, Kenaikan Ditopang Ini
Analis BRI Danareksa Sekuritas Sabela Nur Amalina dan Christy Halim mengatakan, UNVR berhasil menjaga momentum pertumbuhan penjualan hingga kuartal I-2026, meski menghadapi tekanan biaya yang diperkirakan meningkat pada kuartal II-2026 seiring dinamika global, termasuk dari kawasan Timur Tengah.
Hingga kuartal I-2026, UNVR membukukan pertumbuhan pendapatan domestik sebesar 3,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp 8,44 triliun atau setara dengan 25% dari target tahun ini mencapai Rp 33,78 triliun. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan volume sebesar 2,1% yoy serta peningkatan harga jual rata-rata (ASP) sebesar 1,4%.
UNVR juga mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 73% dari Rp 1,23 triliun menjadi Rp 2,14 triliun. Adapun laba inti naik dari Rp 1,09 triliun menjadi Rp 1,25 triliun. Laba tersebut setara dengan 49% dari target tahun ini mencapai Rp 4,32 triliun. Margin bersih juga melesat dari 15,1% menjadi Rp 25,4%.
Selain kinerja keuangan tumbuh pesat, BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan positif terhadap kebijakan dividen. Apalagi UNVR membuka peluang sisa dividen dari divestasi bisnis es krim akan dibagikan setelah Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada Juni 2026. Sementara itu, untuk divestasi Sariwangi, manajemen berkomitmen mendistribusikan seluruh keuntungan bersih sekitar Rp 800 miliar pada semester II-2026.
“Secara keseluruhan, total dividen tahun buku 2026 diperkirakan mencapai Rp 193 per saham, yang berasal dari dividen reguler serta dividen khusus dari divestasi es krim dan Sariwangi, dengan potensi dividend yield sebesar 12,5%,” tulisnya.
Baca Juga
Fleksibilitas Implementasi B50 dan Masalah Kepastian Hukum Industri Sawit
Rekomendasi beli saham UNVR juga mempertimbangkan berlanjutnya transformasi menjadi perusahaan yang sepenuhnya berfokus pada segmen Home & Personal Care (HPC). Langkah ini sejalan dengan rencana global Unilever untuk menggabungkan bisnis makanan dengan perusahaan rempah McCormick pada pertengahan tahun buku 2027.
Transformasi tersebut membuka peluang pelepasa saham segmen bisnis lainnya, seperti merek makanan utama seperti Royco dan Bango yang saat ini menyumbang sekitar 25% dari penjualan segmen Foods & Refreshment (F&R). Meski demikian, hingga kini belum ada pembahasan lebih lanjut terkait skema implementasi di Indonesia.
“Ke depan, transformasi menjadi perusahaan berbasis HPC secara penuh dinilai berpotensi mendorong ekspansi margin serta meningkatkan fokus operasional perseroan,” tulisnya.

