Kinerja Bumi Minerals (BRMS) Solid di Kuartal I-2026, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) berhasil mencatatkan pertumbuhan solid kinerja keuangan kuartal I-2026, meskipun perseroan melaksanakan pushback di tambang River Reef milik Citra Palu Mineral (CPM).
BRMS mencatatkan kenaikan laba bersih sebanyak 44,8% menjadi US$ 18 juta pada kuartal I-2026, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 15 juta. Laba tersebut juga naik dari realisasi kuartal IV-2025 sebanyak US$ 12 juta.
Baca Juga
AEP Nusantara Tuntaskan Akuisisi 98,26% Saham Pinago (PNGO), Nilainya Jumbo
Analis KB Valbury Sekuritas Ashalla Fitri Yuliana mengatakan, dengan kinerja yang solid tersebut, saham BRMS layak direkomendasikan beli dengan target harga Rp 1.060 per saham. Target harga ini mencerminkan potensi kenaikan sebesar 35,9%. Prospek ini didukung oleh visibilitas pertumbuhan laba yang kuat serta potensi kenaikan harga emas.
Kenaikan laba bersih BRMS pada kuartal I-2026 terdorong peningkatan pendapatan menjadi US$ 69 juta atau meningkat 5,6% secara kuartalan (QoQ) dan 9,7% secara tahunan (YoY). Kenaikan ini didorong oleh lonjakan rata-rata harga jual (ASP) emas menjadi US$ 4.512 per ons, naik 8,3% QoQ dan melonjak 60,6% YoY. Meski demikian, volume penjualan emas tercatat sedikit menurun menjadi 14,8 ribu ons (koz), seiring aktivitas pushback di tambang River Reef.
Terkait peluang pertumbuhan kinerja keuangan BRMS, KB Valbury Sekuritas menyebutkan, didukung sejumlah katalis. Di antaranya, penyelesaian aktivitas pushback di River Reef ditargetkan rampung pada Mei–Juni 2026. Selain itu, ekspansi kapasitas pabrik CIL pertama di Citra Palu Mineral dari 500 ton per hari (tpd) menjadi 2.000 tpd ditargetkan selesai pada Oktober 2026.
Baca Juga
Intip Rekomendasi dan Target Harga Terbaru Saham Bumi Resources (BRMS) Ini
“Seiring ekspansi ini, produksi emas BRMS pada 2026 diproyeksikan mencapai 76 ribu ons, tumbuh 6,1% YoY. Proyek tambang bawah tanah yang ditargetkan rampung pada kuartal III-2027 juga diharapkan menghasilkan kadar emas lebih tinggi, yakni 3,5-4,9 gram per ton,” tulisnya.
Pertumbuhan kinerja keuangan BRMS tahun ini juga bakal didukung prospek harga emas yang masih kuat, asumsi harga emas direvisi ke kisaran US$ 4.800-4.900 per ons untuk periode 2026–2028. Rentang harga tersebut akan mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba secara signifikan.

