Bagikan

Laba Lampau Target, Saham dan Kinerja Keuangan Antam (ANTM) Direvisi Naik!

Poin Penting

Laba bersih ANTM Q1-2026 mencapai Rp3,4 triliun (+60% yoy), melampaui ekspektasi.
Kinerja ditopang lonjakan harga emas dan bijih nikel, meski volume sebagian turun.
Target harga saham dinaikkan ke Rp4.900, proyeksi laba 2026 ikut direvisi naik.

JAKARTA, investortrust.id Keberhasilan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) mencatatkan kinerja keuangan yang kuat sepanjang kuartal I-2026 mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ANTM.

ANTM melaporkan lompatan laba bersih sebanyak 60% menjadi Rp 3,4 triliun secara tahunan (year-on-year/yoy). Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan sebanyak 12% menjadi Rp 29,3 triliun. Capaian ini melampaui ekspektasi atau setara 37,4% dari proyeksi laba tahun penuh 2026 yang diberikan BRI Danareksa Sekuritas.

Baca Juga

Ketegangan Timur Tengah Hantam Pasar Saham AS, Dow Anjlok Lebih 550 Poin

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham ANTM dari Rp 4.800 menjadi Rp 4.900. Dengan harga penutupan kemarin level Rp 3.800, terbuka peluang penguatan saham ini sebanyak 28,94%.

BRI Danareksa Sekuritas juga merevisi naik proyeksi kinerja ANTM tahun 2026. Target pendapatan diperkirakan mencapai Rp 118,7 triliun, EBITDA sebesar Rp 13,5 triliun, dan laba bersih Rp9,2 triliun. Terjadi revisi naik target masing-masing 3,5%, 2,0%, dan 2,9% dari estimasi sebelumnya.

“Dengan kinerja kuartal I-2026 yang solid, rekomendasi saham ANTM dipertahankan beli dengan target harga dinaikkan menjadi Rp4.900. Penilaian ini didasarkan pada proyeksi price to earnings ratio (P/E) sebanyak 12,9 kali untuk 2026 atau sejalan dengan rata-rata historis lima tahun,” tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Andhika Audrey.

Baca Juga

Harga Emas Turun di Tengah Kekhawatiran Inflasi dan Ketegangan AS-Iran

BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan bahwa kinerja positif ini terutama didorong oleh kenaikan harga komoditas, khususnya emas dan bijih nikel. Rata-rata harga jual (ASP) emas tercatat sebesar US$ 5.180 atau naik 73% yoy. Sedangkan ASP bijih nikel mencapai US$ 67 per wmt atau meningkat 50% yoy.

Padahal, Antam (ANTM) mengalami penurunan volume penjualan emas sebanyak 8,5 ton atau turun 38% yoy, namun mengalami pemulihan signifikan dibandingkan kuartal IV-2025 sebesar 161% secara kuartalan (qoq). Penjualan bijih nikel mencapai 3,4 juta ton (-11% yoy), sementara feronikel (FeNi) sebesar 2,8 ribu ton (-42% yoy). Adapun kinerja bauksit dan alumina tetap solid dengan pertumbuhan penjualan masing-masing 9% dan 11% yoy.

Secara keseluruhan, ANTM dinilai menawarkan profil risiko dan imbal hasil yang seimbang di sektor logam, didukung oleh fundamental bisnis nikel yang solid, kekuatan bisnis emas, serta potensi hilirisasi. Namun demikian, sejumlah risiko tetap perlu dicermati, seperti peluang penurunan harga emas, kenaikan biaya energi dan bahan bakar, serta kemungkinan keterlambatan proyek hilirisasi.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024