Bagikan

Lo Kheng Hong Soroti Akuisisi OCBC (NISP) ke Bisnis Premium HSBC, Peluang Besar Dongkrak Kinerja

Poin Penting

Akuisisi IWPB milik HSBC Indonesia berpotensi menambah 336.000 nasabah dan AUM Rp89,8 triliun, memperkuat posisi OCBC di wealth management.
Investor kawakan ini menilai akuisisi akan mendorong pertumbuhan laba dan ekspansi bisnis, seiring peningkatan skala usaha dan basis nasabah.
Transaksi diproyeksikan rampung kuartal II 2027 dan dapat meningkatkan AUM hingga 25% serta saldo kartu kredit lebih dari 150%, didukung tambahan 1.300 karyawan.

JAKARTA, investortrust.id - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) mengakuisisi aset dan liabilitas dari retail banking dan wealth management-nya di Indonesia (International Wealth and Premier Banking/IWPB Indonesia) milik PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) untuk menggenjot segmen premium.

Tanpa memperhitungkan one off transaction costs, transaksi ini diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan bagi OCBC Indonesia setelah penyelesaian yang diharapkan pada kuartal II 2027.

Sebagai pemegang saham terbesar nomor delapan di NISP, Lo Kheng Hong menilai langkah akuisisi yang dilakukan Bank OCBC NISP terhadap bisnis retail banking dan wealth management milik HSBC Indonesia berpotensi mendorong pertumbuhan laba perseroan ke depan. Investor kawakan itu juga menyampaikan harapannya agar kinerja keuangan OCBC dapat meningkat seiring bertambahnya basis nasabah dan dana kelolaan dari aksi korporasi tersebut.

“Harapan saya Bank OCBC labanya bisa bertambah besar melalui akuisisi aset retail banking dan wealth management HSBC Indonesia,” ujarnya kepada Investortrust, Selasa (5/5/2026).

Pak Lo biasa ia disapa menyoroti bahwa akuisisi tersebut akan memberikan tambahan signifikan bagi skala bisnis OCBC Indonesia, baik dari sisi jumlah nasabah maupun aset kelolaan. Melalui transaksi ini, jumlah nasabah diperkirakan akan bertambah sekitar 336.000, sementara dana kelolaan (asset under management/AUM) meningkat hingga Rp 89,8 triliun.

Menurutnya, peningkatan tersebut akan memperkuat posisi OCBC Indonesia di segmen wealth management sekaligus membuka peluang ekspansi bisnis yang lebih luas di industri perbankan nasional. Aksi akuisisi ini juga dinilai sejalan dengan tren konsolidasi di sektor jasa keuangan, di mana bank berupaya memperbesar skala usaha dan memperdalam layanan berbasis nasabah premium guna meningkatkan profitabilitas secara berkelanjutan.

8 besar pemegang saham PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP). Foto: Istimewa

Baca Juga

OCBC (NISP) Bukukan Laba Rp1,36 Triliun di Kuartal I 2026, Kredit dan Digital Tumbuh Stabil

Seperti diketahui, IWPB Indonesia dibangun berdasarkan proposisi layanan keuangan global premium yang melayani pelanggan ritel dan wealth, menawarkan produk dan layanan perbankan yang lengkap, serta wealth management yang disesuaikan dengan kebutuhan. Portofolio ini mencakup simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa dana dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans, yang akan memperdalam bisnis wealth management OCBC Indonesia, sekaligus mendukung strategi Next Frontier OCBC Group dalam mendorong Franchise Shift.

Transaksi ini melibatkan pengalihan aset dan liabilitas IWPB HSBC Indonesia kepada OCBC Indonesia. Total dana kelolaan (asset under management/AUM) yang akan dialihkan adalah Rp 89,8 triliun, yang terdiri dari investasi nasabah dalam obligasi, reksa dana, serta asuransi sebesar Rp 58,2 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp 31,6 triliun. Sebagai bagian dari transaksi tersebut, akan dialihkan pula portofolio small retail loans nasabah sebesar Rp 3,6 triliun.

Nilai total transaksi ditentukan berdasarkan prinsip kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek bisnis IWPB Indonesia serta potensi sinergi yang dapat direalisasikan oleh OCBC Indonesia. Nilai Transaksi akan difinalisasi dan diumumkan setelah penyelesaian.

Gedung PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP). Foto: Investortrust/Taufiq Al Hakim

IWPB Indonesia merupakan salah satu platform retail banking dan wealth management milik asing terbesar di Indonesia dan secara konsisten diakui sebagai pengelola kekayaan kelas atas di Indonesia. IWPB Indonesia melayani lebih dari 336.000 nasabah melalui 26 cabang yang dimilikinya.

Baca Juga

OCBC NISP Kantongi Restu RUPST untuk Buyback Rp 1 Miliar

Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja mengatakan, akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia. International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia memiliki kapabilitas yang kuat, basis nasabah yang solid, serta keahlian mendalam untuk menyediakan solusi wealth management yang komprehensif.

"Kami sangat antusias untuk melayani nasabah International Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia dengan solusi wealth dari OCBC Indonesia, yang dilengkapi dengan proposisi whole of wealth dari OCBC Group. Sebagai grup jasa keuangan terintegrasi, OCBC Group menggabungkan kapabilitas dan pengetahuan mendalam dari Bank of Singapore dan Great Eastern untuk menghadirkan rangkaian produk dan layanan perbankan, investasi, dan asuransi yang komprehensif," ujar Parwati dalam laman resmi perseroan, Senin (4/5/2026).

Jajaran Direksi dan Komisaris PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) dalam paparan publik usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di OCBC Tower, Jakarta, Kamis (9/4/2026). (investortrust/Sivana Zahla).

Ia menambahkan, OCBC Indonesia akan bekerja sama secara erat dengan HSBC Indonesia untuk memastikan proses migrasi nasabah dan karyawan berjalan dengan lancar setelah penyelesaian akuisisi. "Didukung oleh rekam jejak lebih dari 85 tahun di Indonesia, bank juga senantiasa berkomitmen untuk selalu menjaga kepercayaan nasabah dengan menjamin dana nasabah selalu aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutupnya.

Basis nasabah IWPB Indonesia sangat melengkapi OCBC di Indonesia, sehingga membuka peluang bagi bank untuk memperluas bisnis wealth management. Setelah transaksi ini selesai, AUM OCBC Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 25% serta mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150%.

Transaksi ini akan memperkuat talenta wealth management OCBC Indonesia dengan penambahan sekitar 1.300 karyawan. Hal ini semakin meningkatkan kapabilitas wealth management dalam menghadirkan proposisi whole of wealth dari OCBC Group, sebagai bagian dari grup jasa keuangan terintegrasi yang lebih luas, yang mencakup layanan private banking di bawah Bank of Singapore serta asuransi di bawah Great Eastern.

Borong Saham

Di sisi lain, sejumlah jajaran direksi NISP kompak menambah kepemilikan saham melalui skema remunerasi berbasis saham pada 29 April 2026. Berdasarkan laporan kepemilikan saham tertanggal 4 Mei 2026, aksi tersebut dilakukan oleh enam direksi, yakni Hartati, Martin Widjaja, Andrae Krishnawan Widjajakusuma, Johannes Husin, Parwati Surjaudaja, dan Lili S Budiana.

Berikut rinciannya:

Hartati: 36.000 saham

Martin Widjaja: 36.000 saham

Andrae Krishnawan Widjajakusuma: 36.000 saham

Johannes Husin: 36.000 saham

Parwati Surjaudaja: 42.000 saham

Lili S Budiana: 36.000 saham

Dengan demikian, total volume saham yang diperoleh mencapai 222.000 saham. Namun demikian, dalam laporan tersebut tidak dicantumkan harga transaksi. Pada perdagangan Senin (4/5/2026) saham NISP ditutup di level Rp 1.325 per lembar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024