Perkuat Bisnis Premium, Bank OCBC NISP Borong Aset Retail dan Wealth HSBC Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) teken perjanjian dengan PT Bank HSBC Indonesia (HSBC Indonesia) untuk mengakuisisi aset dan liabilitas dari retail banking dan wealth management-nya di Indonesia (International Wealth and Premier Banking/IWPB Indonesia).
IWPB Indonesia dibangun berdasarkan proposisi layanan keuangan global premium yang melayani pelanggan ritel dan wealth, menawarkan produk dan layanan perbankan yang lengkap, serta wealth management yang disesuaikan dengan kebutuhan. Portofolio ini mencakup simpanan nasabah, produk investasi, mencakup obligasi, reksa dana dan asuransi, kartu kredit, serta retail loans, yang akan memperdalam bisnis wealth management OCBC Indonesia, sekaligus mendukung strategi Next Frontier OCBC Group dalam mendorong Franchise Shift.
Tanpa memperhitungkan one off transaction costs, transaksi ini diperkirakan akan memberikan dampak positif terhadap pendapatan bagi OCBC Indonesia setelah penyelesaian, yang diharapkan pada kuartal kedua 2027.
Transaksi ini melibatkan pengalihan aset dan liabilitas IWPB HSBC Indonesia kepada OCBC Indonesia. Total dana kelolaan (asset under management/AUM) yang akan dialihkan adalah Rp 89,8 triliun, yang terdiri dari investasi nasabah dalam obligasi, reksa dana, serta asuransi sebesar Rp 58,2 triliun dan simpanan nasabah sebesar Rp 31,6 triliun. Sebagai bagian dari transaksi tersebut, akan dialihkan pula portofolio small retail loans nasabah sebesar Rp 3,6 triliun.
Baca Juga
OCBC (NISP) Bukukan Laba Rp1,36 Triliun di Kuartal I 2026, Kredit dan Digital Tumbuh Stabil
Nilai total transaksi ditentukan berdasarkan prinsip kesepakatan antara pihak pembeli dan penjual dengan mempertimbangkan berbagai faktor, termasuk prospek bisnis IWPB Indonesia serta potensi sinergi yang dapat direalisasikan oleh OCBC Indonesia. Nilai Transaksi akan difinalisasi dan diumumkan setelah penyelesaian.
IWPB Indonesia merupakan salah satu platform retail banking dan wealth management milik asing terbesar di Indonesia dan secara konsisten diakui sebagai pengelola kekayaan kelas atas di Indonesia. IWPB Indonesia melayani lebih dari 336.000 nasabah melalui 26 cabang yang dimilikinya.
Basis nasabah IWPB Indonesia sangat melengkapi OCBC di Indonesia, sehingga membuka peluang bagi bank yang salah satunya sahamnya dikoleksi investor kawakan Lo Kheng Hong ini signifikan untuk memperluas bisnis wealth management. Setelah transaksi ini selesai, AUM OCBC Indonesia diperkirakan akan meningkat sekitar 25% serta mendorong pertumbuhan saldo kartu kredit lebih dari 150%.
Transaksi ini akan memperkuat talenta wealth management OCBC Indonesia dengan penambahan sekitar 1.300 karyawan. Hal ini semakin meningkatkan kapabilitas wealth management dalam menghadirkan proposisi whole of wealth dari OCBC Group, sebagai bagian dari grup jasa keuangan terintegrasi yang lebih luas, yang mencakup layanan private banking di bawah Bank of Singapore serta asuransi di bawah Great Eastern.
Baca Juga
Presiden Direktur OCBC IndonesiaParwati Surjaudaja mengatakan, akuisisi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kami di segmen wealth management di Indonesia. International Wealth and Premier Banking milik HSBC Indonesia memiliki kapabilitas yang kuat, basis nasabah yang solid, serta keahlian mendalam untuk menyediakan solusi wealth management yang komprehensif.
"Kami sangat antusias untuk melayani nasabah International Wealth dan Premier Banking HSBC Indonesia dengan solusi wealth dari OCBC Indonesia, yang dilengkapi dengan proposisi whole of wealth dari OCBC Group. Sebagai grup jasa keuangan terintegrasi, OCBC Group menggabungkan kapabilitas dan pengetahuan mendalam dari Bank of Singapore dan Great Eastern untuk menghadirkan rangkaian produk dan layanan perbankan, investasi, dan asuransi yang komprehensif," ujar Parwati dalam laman resmi perseroan, Senin (4/5/2026).
Ia menambahkan, OCBC Indonesia akan bekerja sama secara erat dengan HSBC Indonesia untuk memastikan proses migrasi nasabah dan karyawan berjalan dengan lancar setelah penyelesaian akuisisi. "Didukung oleh rekam jejak lebih dari 85 tahun di Indonesia, bank juga senantiasa berkomitmen untuk selalu menjaga kepercayaan nasabah dengan menjamin dana nasabah selalu aman sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tutupnya.
Adapun, informasi lebih lanjut mengenai hal ini akan diumumkan mendekati waktu penyelesaian transaksi. Sebagai informasi, per tanggal 31 Maret 2026, OCBC melayani nasabah melalui 201 jaringan kantor di 54 kota di Indonesia. Selain itu, nasabah juga dapat bertransaksi melalui 510 ATM OCBC, sekitar 85.000 jaringan ATM di Indonesia, dan sekaligus terhubung dengan lebih dari 400 jaringan ATM OCBC Group di Singapura dan Malaysia.

