Dipicu Crossing Saham PNGO Senilai Rp 2,75 Triliun, Pemodal Asing Catat Net Buy Hari Ini
JAKARTA, investortrust.id – Pemodal asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 1,92 triliun di seluruh pasar, seiring dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/5/2026), sebanyak 15,15 poin (0,22%) menjadi 6.971,95.
Net buy tersebut dipicu adanya crossing saham PNGO senilai Rp 2,75 triliun melalui pasar negosiasi dari pemodal domestic ke pemodal asing. Sedangkan transaksi di pasar regular masih net sell mencapai Rp 791,28 miliar.
Baca Juga
Waspada 12 Mei, MSCI Berpotensi Keluarkan Saham RI, IHSG Terancam Ditekan Outflow Asing?
Net sell terbanyak disumbangkan saham BMRI mencapai Rp 316,82 miliar, GOTO mencapai Rp 172,79 miliar, BBCA mencapai Rp 147,33 miliar, BUMI mencapai Rp 114,62 miliar, BRMS senilai Rp 65,19 miliar, dan ASII mencapai Rp 53,21 miliar.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer 2,53%, sektor consumer non primer 1,53%, dan sektor infrastrutkur 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, teknologi, transportasi, energi, dan material dasar.
Penguatan juga ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti FILM, BREN, PANI, MORA, dan CMRY. Kenaikan juga didukung penguatan saham AALI hingga TINS.
Baca Juga
Pendaftaran Ditutup 4 Mei, Empat Paket Calon Direksi BEI Masuk ke OJK
Di tengah kenaikan tersebut, beberapa saham ini cetak kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti BCIP menguat 34,85% menjadi Rp 89, FWCT naik 34,83% menjadi Rp 120, YPAS naik 24,69% menjadi Rp 1.515, dan HERO menguat 24,47% menjadi Rp 590. Kenaikan pesat juga melanda saham FILM sebanyak 23,95% menjadi Rp 2.950 dan NETV naik 20,45% menjadi Rp 106.
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup terjun sebanyak 144,43 poin (2,03%) menjadi 6.956. Bahkan, IHSG sempat anjlok lebih dari 3% ke level 6.876 atau penurunan paling dalam di Asia. Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor industry, property, dan consumer non primer. Sektor lainnya dilanda penurunan lebih dari 1%.

