IHSG Awal Pekan Ditutup Naik 0,22%, Saham BCIP dan FWCT Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/5/2026), ditutup naik 15,15 poin (0,22%) menjadi 6.971,95. Rentang pergerakan 6.953-7.069 dengan nilai transaksi Rp 15,33 triliun.
Kenaikan ini sejalan dengan penguatan sejumlah sektor saham, seperti sektor consumer primer 2,53%, sektor consumer non primer 1,53%, dan sektor infrastrutkur 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor kesehatan, teknologi, transportasi, energi, dan material dasar.
Baca Juga
Produksi Migas Pertamina Hulu Energi Capai 956 MBOEPD di Awal 2026
Penguatan juga ditopang kenaikan sejumlah saham big cap, seperti FILM, BREN, PANI, MORA, dan CMRY. Kenaikan juga didukung penguatan saham AALI hingga TINS.
Di tengah kenaikan tersebut, beberapa saham ini cetak kenaikan harga hingga auto reject atas (ARA), seperti BCIP menguat 34,85% menjadi Rp 89, FWCT naik 34,83% menjadi Rp 120, YPAS naik 24,69% menjadi Rp 1.515, dan HERO menguat 24,47% menjadi Rp 590. Kenaikan pesat juga melanda saham FILM sebanyak 23,95% menjadi Rp 2.950 dan NETV naik 20,45% menjadi Rp 106.
Baca Juga
Lippo Cikarang (LPCK) Kantongi 'Marketing Sales' Rp 491 Miliar di Kuartal I 2026, Tumbuh 52%
Akhir pekan lalu, IHSG ditutup terjun sebanyak 144,43 poin (2,03%) menjadi 6.956. Bahkan, IHSG sempat anjlok lebih dari 3% ke level 6.876 atau penurunan paling dalam di Asia. Penurunan tersebut dipicu atas kejatuhan seluruh sektor saham, seperti sektor material dasar, sektor industry, property, dan consumer non primer. Sektor lainnya dilanda penurunan lebih dari 1%.
Meski indeks terjun bebas, sejumlah saham ini masih catatkan penguatan, seperti SDMU menguat 28,57% menjadi Rp 126, HERO naik 24,74% menjadi Rp 474, ADHI naik 16,48% menjadi Rp 212, SONA naik 15,70% menjadi Rp 2.580, dan INDS menguat 15,79% menjadi Rp 440.

