Pendapatan Blue Bird (BIRD) Tumbuh 11,6% di Kuartal I-2026, Bagaimana dengan Labanya?
JAKARTA, investortrust.id – PT Blue Bird Tbk (BIRD) mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 11,6% secara tahunan menjadi Rp 1,45 triliun pada kuartal I 2026, didorong masih kuatnya kebutuhan mobilitas masyarakat di awal tahun.
Sebaliknya laba usaha turun dari Rp 168,19 miliar menjadi Rp 151,95 milia. Begitu juga dengan laba bersih turun dari Rp 166,89 miliar menjadi Rp 157 miliar. Capaian ini mencerminkan kemampuan perseroan dalam menjaga eksekusi operasional yang disiplin di tengah persaingan industri transportasi.
Layanan taksi menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan pendapatan sebesar 12% secara tahunan, menunjukkan ketangguhan bisnis inti perseroan di tengah semakin beragamnya pilihan mobilitas.
Baca Juga
Blue Bird (BIRD) Fokus Layanan dan Ekspansi di Tengah Isu Merger Grab–GOTO
Direktur Utama BIRD Adrianto Djokosoetono mengatakan capaian ini mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjaga layanan di tengah kebutuhan mobilitas yang dinamis.
“Kami terus menjaga layanan tetap konsisten dengan memastikan armada selalu siap, kualitas layanan tetap terjaga, serta memanfaatkan teknologi untuk memastikan layanan lebih mudah diakses,” ujar Andre dalam keterangan resminya, Senin (4/5/2026).
Penguatan layanan melalui kanal digital juga terus dilakukan. Hal ini tercermin dari pertumbuhan pengguna MyBluebird sebesar 22,4% serta peningkatan penggunaan fitur fixed price sebesar 29,2% secara tahunan, yang menunjukkan semakin tingginya adopsi layanan digital oleh pelanggan.
Perseroan juga memanfaatkan teknologi untuk membaca pola permintaan secara lebih presisi, termasuk berdasarkan lokasi dan waktu operasional, sehingga penempatan armada menjadi lebih efisien.
Baca Juga
BPS Catat Inflasi April 2026 Sebesar 0,13 Persen Dipicu Tarif Angkutan Udara
Pada periode Lebaran 2026, perseroan mencatat performa yang lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya, didorong tingginya permintaan selama musim mudik dan libur panjang. Seiring itu, perseroan juga memperluas jangkauan layanan melalui penambahan titik pangkalan yang meningkat sekitar 43% dibandingkan kuartal I tahun lalu.
Dalam mendukung keberlanjutan, perseroan melanjutkan ekspansi kendaraan listrik di sejumlah kota, termasuk penguatan inisiatif mobilitas ramah lingkungan di Bandung dan Bali. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen untuk menghadirkan layanan transportasi yang lebih nyaman dan berkelanjutan.
Selain itu, perseroan terus menjaga kualitas layanan melalui berbagai inisiatif untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi, termasuk penguatan pendapatan yang kompetitif dan program apresiasi. Upaya ini dilakukan untuk menjaga motivasi serta retensi pengemudi, sekaligus memastikan pengalaman pelanggan tetap konsisten.
“Sepanjang 2026, fokus kami adalah menjaga momentum pertumbuhan dengan terus memperkuat keandalan layanan melalui kesiapan armada, perluasan akses pelanggan, dan produktivitas operasional yang semakin baik. Dengan struktur bisnis yang semakin solid, kami optimistis dapat terus tumbuh secara sehat dan berkelanjutan,” tutur Andre.

