Bagikan

Sinyal Bullish Menguat, Ethereum Berpeluang Tembus US$3.000 di Bulan Mei

Poin Penting

Pola teknikal seperti bull flag dan segitiga naik mengindikasikan potensi kenaikan ETH hingga di atas US$3.000.
Area ini menjadi zona akumulasi besar investor dan penopang utama tren naik ETH.
Data on-chain menunjukkan dominasi pembeli, dengan volume beli signifikan dan sentimen pasar yang masih bullish.

JAKARTA, investortrust.id - Pasar kripto kembali menunjukkan sinyal penguatan, dengan Ethereum (ETH) berpotensi melanjutkan tren naik menuju level US$3.000 pada Mei 2026. Kenaikan ini didorong kombinasi indikator teknikal dan data on chain yang mengindikasikan minat beli masih kuat.

Secara teknikal, pasangan ETH/USD membentuk pola bull flag pada grafik harian sejak awal April. Pola ini umumnya menandakan kelanjutan tren naik setelah fase konsolidasi. Jika harga mampu menembus level resistensi di kisaran US$2.350–US$2.400, ETH berpeluang menguat hingga di atas US$3.000 atau naik sekitar 30% dari posisi saat ini. Selain itu, formasi segitiga naik pada grafik jangka pendek juga membuka potensi kenaikan lebih lanjut hingga kisaran US$3.300.

Dari sisi support, menilik Cointelegraph, Jumat (1/5/2026) harga ETH saat ini bertahan di area kuat US$2.000–US$2.200, yang bertepatan dengan rata-rata pergerakan utama serta zona akumulasi investor. Data menunjukkan sekitar 7,4 juta ETH dibeli di kisaran harga tersebut, menjadikannya level pertahanan penting. Jika bertahan, ETH berpotensi menembus resistensi berikutnya di US$2.800–US$3.000.

Baca Juga

Reli Kripto, Bitcoin Melampaui US$ 74.000 dan Ethereum Naik di Atas US$ 2.300

Sementara itu, indikator on chain seperti Cumulative Volume Delta (CVD) menunjukkan dominasi pembeli dalam beberapa pekan terakhir. Lonjakan volume beli hingga lebih dari US$1 miliar menandakan optimisme pelaku pasar masih terjaga. Analis menilai kondisi ini membuka peluang reli lanjutan, seiring investor terus mengakumulasi aset di tengah koreksi harga.

Menilik data Coinmarktecap, Jumat (1/5/2026) pukul 06.15 WIB, harga Ethereum (ETH) terpantau bergerak fluktuatif dalam 24 jam terakhir dan cenderung melemah tipis di tengah fase konsolidasi pasar kripto global. Berdasarkan data terbaru, ETH diperdagangkan di level US$2.255 atau turun sekitar 0,18% dalam sehari.

Pergerakan harga menunjukkan volatilitas intraday, di mana ETH sempat menguat pada sesi pagi sebelum terkoreksi tajam, lalu kembali bergerak sideways hingga awal Mei. Rentang perdagangan berada di kisaran US$2.230 hingga US$2.270, mencerminkan belum adanya katalis kuat untuk mendorong arah tren baru dalam jangka pendek.

Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Ethereum tercatat sebesar US$272,15 miliar dengan volume transaksi harian mencapai US$12,46 miliar. Namun, volume tersebut turun signifikan lebih dari 40%, mengindikasikan aktivitas perdagangan yang mulai melandai.

Baca Juga

Aturan Baru Bursa New York Stock Exchange Permudah Perdagangan Opsi ETF Bitcoin dan Ethereum

Sementara itu, suplai beredar Ethereum berada di level 120,68 juta ETH, dengan rasio volume terhadap market cap sebesar 4,57%. Kondisi ini menunjukkan likuiditas masih terjaga, meskipun tekanan jual jangka pendek tetap membatasi potensi penguatan harga.

Pelaku pasar saat ini cenderung menunggu arah baru, seiring ETH bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya. Analis menilai, tanpa lonjakan volume atau sentimen positif baru, pergerakan harga Ethereum dalam waktu dekat masih akan berada dalam kisaran terbatas.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024