Anak Presiden Trump Sebut Bitcoin Ada di Fase Terbaik Sepanjang Masa, Ini Sederet Alasannya
Poin Penting
|
LAS VEGAS, investortrust.id — Eric Trump menyatakan bahwa Bitcoin saat ini berada dalam “periode terbaik sepanjang masa”, seiring meningkatnya adopsi dari institusi keuangan besar dan terbukanya akses bagi investor ritel. Eric Trump adalah anak kedua dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Ivana Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam ajang Bitcoin 2026 di Las Vegas. Menurutnya, perkembangan Bitcoin dalam enam bulan terakhir menunjukkan perubahan signifikan dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
“Apa yang telah dilakukan bitcoin dalam enam bulan terakhir dibandingkan dengan tiga tahun sebelumnya adalah transformatif. Kita sedang berada di periode terbaik yang pernah saya lihat,” ujar Eric Trump dilansir dari Coindesk, Kamis (30/4/2026).
Baca Juga
Ia menyoroti masuknya lembaga keuangan besar yang mulai menawarkan layanan berbasis Bitcoin, termasuk penyimpanan aset digital hingga produk pembiayaan seperti hipotek berbasis kripto. Menurutnya, tren ini mencerminkan perubahan sikap Wall Street terhadap aset digital.
Eric Trump juga menilai bahwa meningkatnya permintaan dari institusi, ditambah dengan pasokan bitcoin yang terbatas, memberikan tekanan struktural pada pasar. Ia menegaskan bahwa saat ini semakin banyak investor memilih untuk menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang dibandingkan menjualnya.
Baca Juga
Bitcoin Bertahan di Atas US$ 79.000 di Tengah Gencatan Senjata AS-Iran, Sentimen Bullish Meningkat
Sementara itu, analis ETF senior Bloomberg Eric Balchunas menyatakan bahwa produk ETF Bitcoin menjadi salah satu peluncuran paling sukses dalam sejarah instrumen keuangan tersebut. Kehadiran ETF dinilai membuka akses yang lebih luas bagi investor ritel untuk berpartisipasi di pasar kripto.
Menurut Balchunas, perkembangan ETF menjadi salah satu faktor utama yang mendorong adopsi Bitcoin secara lebih luas, sekaligus memperkuat posisinya dalam sistem keuangan global.
Meski volatilitas masih menjadi karakter utama aset kripto, Eric Trump tetap optimistis terhadap prospek jangka panjang Bitcoin. Ia menilai bahwa dalam horizon waktu yang lebih panjang, Bitcoin memiliki potensi untuk terus tumbuh seiring meningkatnya kepercayaan pasar.
“Saya akan melewati volatilitas ini. Kita akan lihat siapa yang menang dalam jangka waktu 10 tahun,” ujarnya.
Menilik data Coinmarketcap, Kamis (30/4/2026) pukul 05.30 WIB harga Bitcoin mengalami pelemahan dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 0,63% ke level US$ 75.840.
Penurunan ini terjadi setelah Bitcoin sempat bergerak menguat pada perdagangan intraday hingga mendekati kisaran US$ 77.000, sebelum akhirnya berbalik arah dan terkoreksi tajam pada malam hari. Grafik pergerakan menunjukkan tekanan jual meningkat signifikan menjelang akhir sesi, yang mendorong harga masuk ke zona merah.
Dari sisi fundamental pasar, kapitalisasi pasar Bitcoin tercatat sekitar US$ 1,51 triliun, turun tipis 0,62%. Meski demikian, volume perdagangan dalam 24 jam justru meningkat 25,56% menjadi US$ 40,97 miliar, mengindikasikan aktivitas transaksi yang tetap tinggi di tengah tekanan harga.
Sementara itu, rasio volume terhadap kapitalisasi pasar berada di level 2,7%, mencerminkan likuiditas yang masih cukup terjaga. Total suplai Bitcoin saat ini tercatat sekitar 20,02 juta BTC, mendekati batas maksimum suplai 21 juta BTC.
Koreksi harga ini memperlihatkan volatilitas yang masih menjadi karakter utama pasar kripto. Kenaikan volume di tengah penurunan harga juga mengindikasikan potensi aksi ambil untung (profit taking) oleh pelaku pasar setelah reli sebelumnya. Pelaku pasar kini mencermati arah pergerakan selanjutnya, di tengah dinamika sentimen global dan meningkatnya partisipasi investor institusional yang terus memengaruhi struktur pasar kripto.

