OJK Ungkap Hasil Pertemuan dengan MSCI Pekan Lalu
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan hasil pertemuan dengan MSCI Inc yang berlangsung pekan lalu di tengah sorotan isu transparansi kepemilikan saham dan potensi saham dengan konsentrasi tinggi (high shareholding concentration/HSC).
Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi mengatakan bahwa pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan mendapat respons positif dari MSCI.
“Puji Syukur, kami sudah bertemu langsung dengan pimpinan MSCI pada minggu lalu. Kemudian juga dengan para analisnya. Kemudian dilanjutkan dengan announcement dari MSCI, itu sangat baik, konstruktif, dan positif,” kata Hasan saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (27/4/2026).
Baca Juga
Pengakuan MSCI Diharapkan Jadi Momentum Perkuat Kepercayaan Investor Global
Menurut Hasan, MSCI memberikan pengakuan atas berbagai kemajuan reformasi yang telah dilakukan di pasar modal Indonesia, khususnya terkait integritas pasar. Sejumlah langkah yang menjadi perhatian MSCI antara lain transparansi kepemilikan saham di atas 1% yang telah dituntaskan per Maret 2026. Selain itu, OJK telah merilis daftar saham dengan potensi kepemilikan terkonsentrasi melalui indikator HSC, dengan sembilan saham masuk dalam kategori tersebut hingga awal April 2026.
Langkah lain yang mendapat perhatian adalah peningkatan transparansi tipe investor. OJK memperluas klasifikasi investor dari sebelumnya sembilan menjadi 39 kategori guna memudahkan penilaian terhadap free float saham. Selain itu, OJK telah menerbitkan aturan baru terkait free float, termasuk rencana peningkatan batas minimum secara bertahap dari 7,5% menjadi 15%.
Hasan juga menyoroti agenda penting dalam waktu dekat, yakni evaluasi indeks MSCI yang dijadwalkan pada 12 Mei 2026. Ia berharap hasil reformasi yang telah dilakukan mulai tercermin dalam evaluasi tersebut.
Di sisi lain, OJK mengakui bahwa peningkatan keterbukaan informasi dan integritas pasar dapat membawa konsekuensi jangka pendek terhadap komposisi indeks Indonesia di penyedia indeks global.
Baca Juga
“Dengan keterbukaan informasi dan integritas yang kita hadirkan, mungkin dampak jangka pendeknya tidak bisa kita hindari mungkin ada semacam rekomposisi dari bobot-bobot maupun penghuni saham-saham penghuni indeks Indonesia di MSCI termasuk di FTSE Russel,” jelas Hasan.
OJK menilai pergerakan pasar belakangan ini menunjukkan investor telah lebih dulu mengantisipasi potensi perubahan indeks global, termasuk kemungkinan penyesuaian bobot maupun keluarnya sejumlah saham dari indeks.
“Ini baik, artinya kami mengkonfirmasi bahwa informasi early warning yang kita hadirkan itu rupanya sudah ditangkap dengan baik oleh investor dan transparansi ini kita harapkan kita lakukan secara simetrik artinya, tanpa kecuali pada saat bersamaan informasinya,” tutup Hasan.

