Bagikan

Laba Lampaui Estimasi, Saham Bank Mandiri (BMRI) Diganjar dengan Target Harga Ini

JAKARTA, investortrust.idPT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) berhasil mencatatkan peningkatan kinerja keuangan kuartal I-2026 hingga melampaui estimasi. Catatan tersebut ditunjukkan raihan laba bersih kuartal I-2026 sudah merefleksikan 27% dari target tahun ini.

Hal ini mendorong BRI Danareksa Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham BMRI dengan target harga Rp 6.200 per saham. Valuasi tersebut mencerminkan price to book value (PBV) sebesar 1,8 kali dan potensi dividend yield sebesar 8,3%.

Hingga kuartal I-2026, BMRI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 15,4 atau naik 17% secara tahunan (yoy), meski turun 17% secara kuartalan (qoq). Kenaikan sejalan dengan peningkatan PPOP sebanyak 10% dari Rp 20,48 triliun menjadi Rp 22,61 triliun.

Baca Juga

Laba Konsolidasi Bank Mandiri (BMRI) Naik 16,6% Jadi Rp 15,4 Triliun di Kuartal I 2026

Analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano mengatakan, capaian laba tersebut setara dengan 27% dari estimasi laba tahun penuh dan berada di atas ekspektasi konsensus. “Kinerja positif ini didorong oleh ekspansi kredit yang kuat serta kualitas aset yang tetap terjaga,” tulis riset tersebut.

Kenaikan laba juga ditopang peningkatan kredit sebesar 16% yoy yang mendorong pertumbuhan pre-provision operating profit (PPOP) sebesar 10%. Selain itu, biaya kredit (cost of credit/CoC) turun 25 basis poin sebagai profil risiko yang lebih baik. Adapun net interest margin (NIM) relatif stabil di level 4,70%, meski sedikit tertekan 5 basis poin secara tahunan.

Baca Juga

Bank Mandiri (BMRI) Optimistis Catat Pertumbuhan Berkelanjutan di Tengah Ketidakpastian Global

Di sisi kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL) membaik menjadi 0,98% dari 1,01% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Penurunan ini didukung oleh lebih rendahnya write-off dan minimnya penurunan kualitas kredit.

Untuk tahun buku 2026, Bank Mandiri mempertahankan target pertumbuhan kredit di kisaran 7–9% dan CoC sebesar 0,6–0,8%. Namun, target NIM direvisi turun menjadi 4,5–4,7% dari sebelumnya 4,6–4,8%, antara lain dipengaruhi de-konsolidasi BRIS dan ketidakpastian global.

Target Rp 6.700

Mengutip riset CGS International Sekuritas, Kamis, (23/4/2026), disebutkan bahwa saham BMRI direkomendasikan beli dengan target harga Rp 6.700, seiring dengan prospek kinerja yang solid dan fundamental yang kuat. Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit sekitar 7–9% pada 2026, meski lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya.

Selain itu, Bank Mandiri diproyeksikan membukukan laba bersih sebesar Rp 56,3 triliun pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar Rp 60,3 triliun pada 2026. Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) juga diperkirakan naik dari Rp 106,2 triliun menjadi Rp 115,5 triliun, analis menilai hal ini mencerminkan kemampuan perseroan menjaga pertumbuhan pendapatan di tengah tantangan likuiditas.

Baca Juga

Jurus Bank Mandiri (BMRI) Jaga Posisi Sebagai Raja Pembiayaan Hijau Nasional

Kualitas aset relatif terjaga, dengan rasio kredit bermasalah (NPL) diperkirakan berada di kisaran 2,74%–3,35%. Selain itu, permodalan BMRI tetap kuat dengan capital adequacy ratio (CAR) di level 18–20%, sehingga masih memiliki ruang ekspansi yang cukup luas.

Meski demikian, Bank Mandiri tetap menghadapi tantangan, analis CGS Sekuritas menyoroti terutama potensi tekanan margin bunga bersih (NIM) akibat kenaikan biaya dana dan kompetisi likuiditas yang semakin ketat. Faktor eksternal seperti pergerakan suku bunga dan nilai tukar juga perlu dicermati investor.

Dari sisi valuasi, saham BMRI masih tergolong menarik dengan price to book value (PBV) di kisaran 1,47–1,53 kali serta dividend yield sekitar 8–10%. Dengan fundamental yang kuat dan profitabilitas tinggi, analis memandang BMRI dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan, meski pergerakannya ke depan cenderung lebih selektif mengikuti kondisi pasar.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024