Jelang Merger, Moratelindo (MORA) Ungkap Kenaikan Pendapatan dan Laba di Kuartal I-2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Mora Telematika Indonesia Tbk atau Moratelindo (MORA) mencatatkan pertumbuhan pendapatan menjadi Rp 962,605 miliar pada kuartal I-2026, diabndingkan periode sama tahun lalu Rp 895,454 miliar. Kenaikan dorong laba tahun berjalan perusahaan Sinarmas ini.
Manajemen dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (22/4/2026), diungkapkan bahwa kenaikan pendapatan berimbas terhadap peningkatan laba tahun berjalan MORA naik dari Rp 111,03 miliar menjadi Rp 142,60 miliar.
Baca Juga
Ini Alasan di Balik Merger Moratelindo (MORA) dengan Entitas Dian Swastatika (DSSA)
Dari sisi operasional, beban usaha perseroan Rp 307,078 miliar atau naik tipis dari Rp 300,596 miliar pada periode sebelumnya. Hal ini mendorong laba usaha naik menjadi Rp 285,410 miliar dari Rp 267,282 miliar.
Sebelumnya, RUPSLB telah menyetujui merger Moratelindo (MORA) dengan PT Eka Mas Republik (EMR) atau MyRepublic Indonesia. Kedua perusahaan merupakan entitas anak PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA). Merger bertujuan mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di Tanah Air.
Menurut manajemen, penggabungan Moratelindo dan MyRepublic Indonesia merupakan langkah strategis yang diambil kedua perusahaan guna mendukung agenda digital Indonesia dalam percepatan dan pemerataan ekosistem digital di Tanah Air.
Baca Juga
Moratelindo (MORA) dan MyRepublic Indonesia Sepakat Merger, Perkuat Ekosistem Digital Nasional
“Penggabungan ini merupakan langkah strategis untuk menciptakan sinergi baik dari finansial maupun operasional yang berkelanjutan,” jelas manajemen Moratelindo, Jumat (27/3/2026).
Hal tersebut, menurut manajemen, dilakukan melalui optimalisasi biaya operasional, belanja modal yang lebih efisien, serta memaksimalkan kapasitas dan aset jaringan kedua perusahaan yang bergabung, dari backbone hingga last mile.

