Biaya Tinggi dan Harga Fluktuatif, 20% Penambang Bitcoin Merugi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Tingkat kesulitan penambangan (mining) Bitcoin (BTC) tercatat mengalami penurunan tipis dalam pembaruan terbaru, di tengah tekanan yang dihadapi industri penambangan global. Namun demikian, indikator tersebut diproyeksikan kembali meningkat pada periode penyesuaian berikutnya.
Berdasarkan data CoinWarz, kesulitan penambangan Bitcoin turun sekitar 1,1%. Penurunan ini terjadi di tengah aksi jual besar-besaran oleh perusahaan penambangan publik yang melepas cadangan BTC untuk menutup biaya operasional.
Meski turun, CoinWarz dilansir dari Cointelegraph, Minggu (19/4/2026) memperkirakan kesulitan penambangan akan kembali naik pada penyesuaian berikutnya yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei 2026. Kenaikan tersebut mencerminkan dinamika jaringan yang terus menyesuaikan tingkat persaingan komputasi dalam proses validasi blok.
Baca Juga
Bitcoin Sempat Tembus di Atas US$ 78.000 Usai Selat Hormuz Dibuka, Kini Jatuh Lagi ke US$ 77.000
Industri penambangan Bitcoin sendiri tengah menghadapi tekanan berat dalam setahun terakhir. Sejumlah faktor seperti penurunan imbalan blok pasca halving, kenaikan harga energi, kondisi pasar kripto yang fluktuatif, hingga ketidakpastian geopolitik menjadi tantangan utama bagi para pelaku industri.
Data dari TheEnergyMag menunjukkan perusahaan penambangan yang terdaftar di bursa telah menjual lebih dari 32.000 BTC sepanjang kuartal I 2026. Angka ini melampaui total penjualan sepanjang tahun 2025, mencerminkan tekanan likuiditas yang signifikan.
Sejumlah perusahaan besar seperti MARA Holdings, CleanSpark, Riot Platforms, Core Scientific, hingga Bitdeer termasuk dalam kelompok yang melakukan aksi jual tersebut.
Baca Juga
Sementara itu, laporan dari CoinShares menyebutkan hingga 20% penambang Bitcoin saat ini berada dalam kondisi tidak menguntungkan. Hal ini dipicu oleh biaya produksi yang meningkat hingga melampaui harga pasar spot BTC, sehingga banyak pelaku industri hanya mampu bertahan.
Dengan kondisi tersebut, prospek jangka pendek industri penambangan Bitcoin dinilai masih penuh tantangan, terutama jika tekanan biaya dan volatilitas harga belum mereda dalam waktu dekat.

