Saham UNTR Capai Level di Atas Rp 31.000, Bakal Stock Split?
JAKARTA, investortrust.id – PT United Tractors Tbk (UNTR) buka suara terkait isu pemecahan nilai nominal (stock split) saham di tengah harga saham yang sudah bertengger di atas level Rp 31.000. Isu ini sempat menarik perhatian investor, terutama investor ritel yang berharap harga saham menjadi lebih terjangkau.
Mengacu data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham UNTR ditutup stagnan di level Rp 31.475 hari ini. Rentang pergerakan intraday sempat menyentuh Rp 31.850 dan level terendah harian Rp 31.375. UNTR tercatat sebagai saham termahal di grup Astra saat ini.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Menetapkan Dividen Rp 5,92 Triliun hingga Angkat Dirut Iwan Hadiantoro
Corporate Secretary UNTR Ari Setiawan menyampaikan bahwa perusahaan belum mempertimbangkan aksi korporasi tersebut dalam waktu dekat. “Saat ini belum ada (aksi stock split saham),” tegas Ari Setiawan usai konferensi pers RUPST di Menara Astra, Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Meski belum ada rencana stock split, dari sisi teknikal, Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana alias Didit menilai pergerakan saham anak usaha PT Astra International Tbk (ASII) tersebut masih berada dalam fase uptrend dan didominasi volume pembelian, meskipun cenderung mengecil.
“Buy on weakness (BoW) saham UNTR dengan support Rp30.725 dan resistance Rp31.500, dengan target harga Rp32.025–Rp32.450,” ujar Didit.
Baca Juga
United Tractors (UNTR) Targetkan Operasional Tambang Emas Martabe Pulih Mei 2026
Di tengah dinamika pergerakan saham, perseroan juga menegaskan komitmennya dalam memberikan nilai tambah bagi investor melalui pembagian dividen. UNTR telah menyetujui pembagian dividen tunai dari laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp1.663 per saham atau sebanyak-banyaknya Rp5,92 triliun.
Jumlah tersebut telah memperhitungkan dividen interim sebesar Rp 567 per saham atau total Rp2,06 triliun yang telah dibayarkan pada 24 Oktober 2025. Dengan demikian, sisa dividen yang akan dibagikan sebesar Rp1.096 per saham.
Dividen akan diberikan kepada pemegang saham yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) per 28 April 2026 pukul 16.00 WIB (recording date), dan dijadwalkan dibayarkan pada 18 Mei 2026.

