Astra Graphia (ASGR) Putuskan Rasio Dividen 120%, Nilainya Segini
JAKARTA, investortrust.id – PT Astra Graphia Tbk (ASGR) menetapkan dividen tahun buku 2025 senilai Rp325,05 miliar atau Rp 241 per saham. Nilai tersebut mencerminkan dividend payout ratio (DPR) sebesar 120% dari laba bersih tahun lalu atau naik meningkat signifikan dari historis DPR perseroan di kisaran 45–60%.
Dividen yang dibagikan berasal dari laba bersih 2025 sebesar Rp 270,61 miliar ditambah dari saldo laba ditahan tahun buku 2024 sebesar Rp 54,43 miliar. Presiden Direktur ASGR Hendrix Pramana mengatakan, penetapan dividen mempertimbangkan keseimbangan antara pengembalian kepada pemegang saham dan kebutuhan pertumbuhan bisnis ke depan.
Baca Juga
Analis Kompak Rekomendasikan Beli ASII, Laba Diproyeksi Tumbuh hingga 2027
“Kami senantiasa berusaha memiliki kebijakan pembayaran dividen, berdasarkan keseimbangan pengembalian untuk pemegang saham dan juga untuk pertumbuhan Astragraphia di masa mendatang,” ujar Hendrix dalam paparan publik di Menara Astra, Rabu (15/4/2026).
Keputusan tersebut telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Jakarta, Rabu (15/4/2026). Jumlah dividen yang ditetapkan telah memperhitungkan dividen interim 2025 senilai Rp 30, sehingga sisa dividen sebesar Rp 211 per saham atau total Rp 284,59 miliar akan dibayarkan pada 13 Mei 2026.
Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah yang tercatat dalam daftar pemegang saham atau cum dividen per 27 April 2026. Dalam RUPST yang sama, pemegang saham juga mengesahkan laporan keuangan konsolidasian yang telah diaudit dengan opini wajar dalam semua hal yang material.
Baca Juga
Astra Agro (AALI) Dongkrak Capex 79% di 2026, Fokus Aksi Ini
Dari sisi kinerja, ASGR membukukan kenaikan laba tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 32% secara tahunan menjadi hampir Rp 271 miliar pada 2025. Pendapatan bersih perseroan juga meningkat 6% menjadi sekitar Rp2,99 triliun.
Sementara itu, Direktur Keuangan Astra Graphia Trivena Nalsalita menyampaikan bahwa pertumbuhan pendapatan didorong oleh kinerja positif segmen solusi teknologi informasi yang telah bertransformasi menjadi IT professional services.
Selain itu, peningkatan laba bersih didukung oleh kenaikan laba kotor konsolidasian sebesar 12%, baik dari segmen solusi dokumen maupun solusi teknologi informasi. Perseroan juga melakukan operational excellence, digitalisasi proses bisnis, serta inovasi berkelanjutan yang turut mendorong kinerja. Pengelolaan arus kas yang lebih optimal juga menjadi faktor pendukung pertumbuhan laba bersih Astra Graphia (ASGR).

