IHSG Sesi I Melesat 2,14%, Saham Konglomerasi Perkasa Dipimpin Prajogo
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Selasa (14/4/2026), ditutup melesat 160 poin (2,14%) menjadi 7.660. Rentang pergerakan 7.500-7.686 dengan nilai transaksi Rp 13,11 triliun.
Kenaikan tersebut mengikuti penguatan seluruh pasar saham Asia. Kenaikan juga terdorong penguatan saham big cap dan konglomerasi. Seperti konglomerasi Prajogo Pangestu, Happy Hapsoro, Sinarmas, Bakrie, hingga Haji Isam.
Baca Juga
Indonesia-AS Perkuat Kerja Sama Pertahanan, Fokus Modernisasi hingga Latihan Militer
Kenaikan indeks juga sejalan dengan penguatan pesat sejumlah sektor saham, seperti sektor infrastruktur setelah saham BREN, emiten dengan kapitalisasi pasar terbesar di BEI melambung. Kenaikan juga didukung saham sektor properti, keuangan, material dasar, energi konsumer non primer.
Di tengha lompatan tersebut sejumlah saham berikut catatkan keanikan harga pesat hingga auto reject atas (ARA), seperti saham RICY dengan kenaikan 34,88% menjadi Rp 116, DEFI naik 34% menjadi Rp 67, MORA naik 25% menjadi Rp 5.725, saham WBSA naik 24,82% menjadi Rp 352, SSTM naik 24,79% menjadi Rp 755, KONI menguat 24,90% menjadi Rp 3.060, dan PPRE menguat 26,73% menjadi Rp 128.
Baca Juga
Rupiah Tertekan ke Rp 17.130 Meski Dolar Melemah, Ini Penyebabnya
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 41,69 poin (0,56%) menjadi 7.500 disertai dengan Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) senilai Rp 396,77 miliar. Net buy terbanyak melanda saham emiten Prajogo Pangestu PTRO senilai Rp 135,16 miliar, CUAN sebanyak Rp 131,97 miliar, dan BRPT mencapai Rp 61,19 miliar.
Penopang penguatan signifikan saham-saham emiten Prajogo Pangestu, seperti BRPT menguat 14,36% menjadi Rp 2.190, TPIA sebanyak 6,58%% menjadi Rp 6.475, CUAN naik 6,32% menjadi Rp 1.430, BREN menguat 4,74% menjadi Rp 6.075, PTRO sebanyak 11,63% menjadi Rp 6.000, dan CDIA naik 10,84% menjadi Rp 1.125.

