Program Makan Bergizi Gratis Serap Rp 44 Triliun, Belanja K/L Terkerek 85,5%
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Realisasi belanja kementerian/lembaga (K/L) mengalami lonjakan mencapai 85,5% secara tahunan menjadi Rp 155 triliun. Kondisi ini terjadi karena mulai berjalannya program makan bergizi gratis (MBG).
Wakil Menteri Keuangan, Suahasil Nazara menjelaskan program MBG masuk sebagai belanja barang. Khusus MBG, terjadi peningkatan sebesar 269,4% secara tahunan.
“Kalau tahun lalu, belum terlalu besar MBG-nya baru Rp 0,3 triliun. Tahun ini sudah Rp 39 triliun selama Januari dan Februari,” ujar Suahasil saat APBN KiTa di Jakarta, Rabu (11/3/2026).
Dengan angka ini, Suahasil menyebut biaya yang dikeluarkan dari MBG sebesar Rp 19,5 triliun per bulan.
Hingga 9 Maret 2026, MBG telah menyasar 61,62 penerima. Terdapat 25.082 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Per tanggal tersebut, realisasi serapan anggaran MBG mencapai Rp 44 triliun. Dengan kata lain, selama sembilan hari MBG menyerap Rp 5 triliun.
Baca Juga
Inilah Perbandingan Program MBG Indonesia versus Negara-Negara Lain, Mana Lebih Unggul?
“Ralisasi sampai 28 Februari itu Rp 39 triliun lalu realisasi Rp 44 triliun adalah angka [per] 9 Maret 2026,” ujar dia.
Sebaran penerima MBG terbesar, dua di antaranya yaitu di Pulau Jawa yaitu 35,47 juta penerima dan Pulau Sumatra untuk 12,63 juta penerima.
Suahasil menyebut sebanyak 49,9 juta siswa dan 10,5 juta non siswa yaitu ibu hamil dan menyusui merasakan keberadaan MBG.
“Akan terus kita pastikan supaya dijalankan dengan tata kelola yang baik, efisien, dan anggarannya tersedia untuk MBG,” kata dia.
Secara menyeluruh, belanja K/L yang dicatat Kementerian Keuangan terbagi dalam beberapa komponen. Belanja pegawai mencapai Rp 45,1 triliun, belanja modal mencapai Rp 15,3 triliun, dan belanja bantuan sosial mencapai Rp 27 triliun.

