Setiap Ramadan Terjadi Peningkatan Inflasi, Februari 2026 Tembus 0,68% Secara Bulanan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut terjadinya peningkatan inflasi ketika momen Ramadan. Pada awal Ramadan 1447 Hijriah yang dimulai pada 19 Februari 2026, terjadi inflasi bulanan sebesar 0,68% secara bulanan. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan kondisi harga pada Januari 2026 yang menyentuh deflasi 0,15% secara bulanan.
“Tingkat inflasi, khusus pada Februari 2026, lebih rendah jika dibandingkan dengan momen Ramadan pada 2022 yang lalu,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Pada 2022 lalu, Ramadan bertepatan terjadi di bulan April. Kala itu, inflasi yang tercatat sebesar 0,95% secara bulanan. Sementara itu, pada 2025, Ramadan bertepatan pada bulan Maret dengan inflasi yang tercatat sebesar 1,65% secara bulanan.
Baca Juga
BPS Catat Inflasi Februari 2026 di Atas Target, Tarif Listrik Jadi Pemicunya
Meski begitu, angka inflasi Ramadan 2026 ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan inflasi pada Ramadan 2023 yang jatuh pada Maret sebesar 0,18% secara bulanan. Angka inflasi Februari 2026 itu juga lebih tinggi dibandingkan angka inflasi saat Ramadan 2024 yang jatuh di Maret yang sebesar 0,52% secara bulanan.
Secara umum, komoditas bergejolak serta komoditas dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau, menjadi penyebab utama andil inflasi di setiap momen Ramadan.
“Khusus untuk Februari 2026, komponen yang memberikan inflasi dominan terutama pada daging ayam ras, cabai rawit, ikan segar, cabai merah, dan tomat,” ujar dia.
Pada Februari 2026, terjadi perbedaan. Komponen utama penyebab utama inflasi pada bulan ini yaitu emas perhiasan. Komoditas ini memiliki andil inflasi sebesar 0,19% secara tahunan.

