Surplus Neraca Dagang Januari 2026 Capai US$ 0,95 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Indonesia mengalami surplus neraca perdagangan pada Januari 2026 mencapai US$ 0,95 miliar atau terkontraksi -72,78% secara tahunan (year on year/yoy) dan turun -62,15% secara bulanan (month to month/mtm).
“Pada Januari 2026, neraca perdagangan barang mencatat surplus US$ 0,95 miliar. Neraca perdagangan Indonesia mencatat surplus tersebut selama 69 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (2/3/2026).
Baca Juga
Surplus pada Januari 2026 ditopang komoditas nonmigas sebesar US$ 3,22 miliar. Komoditas yang menyumbang surplus, yaitu lemak dan minyak hewan nabati, bahan bakar mineral, serta besi dan baja.
Sementara neraca komoditas migas mencatat defisit sebesar US$ 2,27 miliar. Komoditas penyumbang defisit, yaitu minyak mentah, hasil minyak, dan gas.
Berdasarkan mitra dagang, tiga negara penyumbang neraca perdagangan, yaitu Amerika Serikat (AS) sebesar US$ 1,55 miliar, India sebesar US$ 1,07 miliar, dan Filipina sebesar US$ 0,69 miliar.
Baca Juga
Nilai Ekspor Januari 2026 US$ 22,16 Miliar, Naik 3,39% Secara Tahunan
Sementara itu, tiga negara yang membuat defisit pada perdagangan Indonesia, yaitu China sebesar US$ -2,47 miliar, Australia mengalami defisit sebesar US$ -0,96 miliar, dan Prancis defisit US$ -0,47 miliar.

