Purbaya: APBN Bekerja Keras Meredam Guncangan Perekonomian Global
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan dan Ketua Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan APBN bekerja keras meredam guncangan perekonomian global.
“Di tengah tekanan global dan moderasi harga komoditas, APBN menjalankan peran strategis sebagai shock absorber untuk menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi daya beli masyarakat. APBN bekerja keras dalam meredam guncangan melalui belanja efektif,” kata Purbaya, di konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I-2026, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Di tengah tekanan terhadap pendapatan negara, belanja pemerintah dalam APBN digenjot. Purbaya mengatakan realisasi belanja mencapai Rp 3.451,4 triliun atau 95,3% dari pagu APBN.
Baca Juga
APBN 2026 Tetap Ekspansif dan Terukur, Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,4%
“Dengan demikian, APBN mencatatkan defisit sebesar Rp 695,1 triliun atau 2,92% dari PDB dan keseimbangan primer tercatat negatif sebesar Rp 180,7 triliun,” ujar dia.
Realisasi belanja negara, kata Purbaya, untuk pelaksanaan program pembangunan nasional seperti Makanan Bergizi Gratis (MBG), pembinaan program Koperasi Desa (KUD), paket stimulus I sampai dengan IV selama tahun 2025 yang bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat dan dunia usaha, mendorong konsumsi dalam negeri, serta mendorong pertumbuhan ekonomi.
Untuk memperkuat aktivitas ekonomi dan melindungi daya beli, pemerintah mengalokasikan belanja yang manfaatnya langsung didapati masyarakat sebesar Rp 805,4 triliun dalam bentuk penguatan perlindungan sosial yang meliputi, Program Keluarga Harapan, PIP, KIP Kuliah, beasiswa dan lainnya, Bantuan Sembako, ada BLPS Kesra, bantuan iuran PBI JKN, dan juga subsidi LPG, BBM, listrik, subsidi bunga KUR, subsidi perumahan, serta bantuan pangan, cadangan beras pemerintah, dan cadangan pangan.

