Mensesneg Terima Menkeu Purbaya dan Gubernur BI, Bahas Pelemahan Rupiah
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menerima Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di Wisma Negara, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/1/2026). Pertemuan ini salah satunya membahas mengenai nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah loyo diketahui di posisi Rp 16.962 per US$ pada Rabu (21/1/2026) pagi.
Seusai pertemuan, Purbaya mengaku membahas banyak hal. Salah satunya sinkronisasi kebijakan antara BI dan Kemenkeu.
Baca Juga
Rupiah Dibuka Loyo Jelang Pengumuman RDG BI, Meski Indeks Dolar AS Melemah
"Bahas macam-macam, biasa diskusi. Tadi kan ada Gubernur BI kan kita lakukan sinkronisasi kebijakan," kata Purbaya.
Purbaya mengatakan, Kemenkeu akan membenahi fiskal dan perekonomian nasional. Sementara BI, katanya, akan mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
"Saya akan membenahi fiskal dan perekonomian, Pak Gub BI akan memastikan mengambil langkah yang perlu untuk menjaga nilai tukar," katanya.
Purbaya meyakini, Perry dan jajaran BI sudah mengambil langkah yang tepat dan diperlukan dalam menjaga stabilitas rupiah. Untuk itu, Purbaya mengatakan, tidak perlu adanya perlakuan khusus dalam menghadapi nilai tukar mata uang Garuda yang sudah menyentuh level terlemah sepanjang masa.
"Rupiah adalah tugas dari bank sentral dan saya percaya Bank Indonesia akan mengambil langkah tepat untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah," katanya.
Baca Juga
IHSG Menguat, Rupiah Melemah: Menkeu Sebut Ada Fenomena Menarik di Pasar
Purbaya mengatakan, dalam pertemuan tersebut Mensesneg Prasetyo tidak memberikan arahan khusus. Yang terpenting, katanya, konsolidasi antarlembaga perlu diperkuat.

