Survei BI: Konsumen Masih Optimistis dengan Kondisi Ekonomi Saat Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Suvei konsumen yang digelar Bank Indonesia (BI) pada Desember 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap ekonomi masih kuat. Ini tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen atau IKK menunjukkan berada di level optimistis sebesar 123,5. Angka ini lebih rendah dari IKK November 2025 yang tercatat sebesar 124.
“Survei konsumen BI pada Desember 2025 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat,” kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, melalui keterangan resminya dikutip Senin (12/1/2026).
Tetap kuatnya keyakinan konsumen bersumber dari keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini dan ke depan.
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, keyakinan konsumen pada Desember 2025 meningkat untuk kelompok pengeluaran Rp 2,1-5 juta. Sedangkan kelompok pengeluaran bawah Rp 1-2 juta dan pengeluaran di atas Rp 5 juta per bulan mengalami penurunan.
Secara spasial, IKK mengalami peningkatan di mayoritas kota yang disurvei, terutama di Banten, Mataram, dan Ambon. Sementara itu, IKK mengalami penurunan di beberapa kota, terutama di Medan dan Padang yang dipengaruhi oleh dampak bencana Sumatra.
Baca Juga
Dalam Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE), persepsi konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini masih kuat. Survei menunjukkan IKE berada di posisi 111,4 lebih rendah dibandingkan hasil survei bulan sebelumnya.
Menurut hasil survei, konsumen percaya bahwa masih tersedia lapangan kerja. Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja (IKLK) tercatat sebesar 106,5 lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 103,7. Berdasarkan tingkat pendidikan, konsumen dengan lulusan SMA hingga pascasarjana optimistis dengan ketersediaan lapangan kerja yang ada.
Sementara itu, Indeks Penghasilan Saat Ini (IPSI) dan Indeks Pembelian Barang Tahan Lama (IPDG) masih berada di level optimis. IPSI tercatat di posisi 120,2 dan IPDG berada di posisi 107,6.
Berdasarkan kelompok pengeluarannya, konsumen yakin terhadap penghasilan yang didapat. Indeks mencatat meningkat pada responden pada pengeluaran Rp 4,1-5 juta dan pengeluaran Rp 3,1-4 juta. Sementara itu, kelompok pengeluaran lainnya mengalami penurunan persepsi terhadap penghasilan.
Dari sisi pengeluaran, pembelian barang tahan lama meningkat pada kelompok pengeluaran Rp 4,1-5 juta. Selain kelompok pendapatan itu, pembelian barang tahan lama bergerak cenderung turun.

