Harga Beras Naik 6,38% Secara Tahunan di Desember 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga beras di penggilingan hingga tingkat pengecer pada Desember 2025. Di tingkat ini, harga beras meningkat sebesar 1,26% secara bulanan dan 6,38% secara tahunan. Harga ini merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai kualitas dan mencakup seluruh wilayah Indonesia.
“Kalau kita pilah berdasarkan kualitas beras di penggilingan, maka beras premium 2,62% secara bulanan dan 6,92% secara tahunan,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini, saat rilis data BPS, di kantor pusat BPS, Jakarta, Senin (5/1/2026).
Sementara itu, kata Pudji, harga beras medium naik sebesar 0,67% secara bulanan dan naik 6,72% secara tahunan.
Di tingkat grosir dan eceran, turut terjadi kenaikan harga beras baik bulanan maupun tahunan. Harga beras naik 0,22% secara bulanan dan 5% secara tahunan.
Kenaikan harga beras juga terpantau di tingkat eceran. Terjadi inflasi beras sebesar 0,18% secara bulanan dan 3,64% secara tahunan.
“Harga beras yang kami sampaikan ini merupakan harga rata-rata beras yang mencakup berbagai kualitas dan mencakup seluruh wilayah Indonesia,” kata dia.
Baca Juga
Harga Beras di Tingkat Penggilingan hingga Eceran Terkerek, Naik 5,03% YoY
Berdasarkan amatan Kerangka Sampel Area atau KSA yang dilakukan BPS, potensi produksi beras yang dihasilkan pada Desember 2025 mencapai 1,45 juta ton. Dengan kata lain, potensi produksi beras pada Desember 2025 hingga Februari 2025 diperkirakan mencapai 6,23 juta ton atau meningkat sebesar 32,51% dibandingkan periode yang sama Desember 2024- Februari 2025.
Secara total, pada Januari-Desember 2025, produksi beras diperkirakan mencapai 34,71 juta ton atau meningkat sebesar 13,36% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Di sisi lain, BPS juga mengukur Nilai Tukar Petani atau NTP Desember 2025. NTP Petani mengalami peningkatan sebesar 1,05% menjadi 125,35. Pada bulan tersebut, Indeks Harga yang Diterima Petani atau It naik 2,08% menjadi 157,94. Kenaikan ini karena salah satunya disumbang komoditas gabah, cabai rawit, kakao, dan ayam ras pedaging.
Sementara itu, Indeks Harga yang Dibayarkan Petani atau Ib naik terbatas sebesar 1,02% menjadi 126. Komoditas yang memengaruhi belanja petani yaitu bawang merah, cabai rawit, daging ayam ras, dan bensin.

