Ini Rincian Anggaran Pemasukan dan Pengeluaran BI untuk 2024
JAKARTA, Investortrust.id - Komisi XI DPR RI menyetujui Panitia Kerja (Panja) Komisi XI DPR RI menyetujui Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2024 dan Rancangan Penggunaan Cadangan Tujuan (RPCT) 2024.
Komisi XI DPR RI menyetujui RATBI Penerimaan Operasional 2024 sebesar Rp 29.754.111.356. Jumlah ini mengalami kenaikan 3,82% dari ATBI 2023.
Penerimaan operasional ini didapat dari hasil pengelolaan aset valas yang terdiri atas empat pos anggaran, di antaranya, pos bunga rekening giro sebesar Rp 236,6 miliar atau naik 1.402,71% dari ATBI Operasional 2023 karena penyesuaian strategi investasi pada 2024.
Baca Juga
DPR RI Setujui RATBI Pengeluaran Operasional BI Tahun 2024 Rp 20,07 Triliun
Untuk pos penerimaan bunga deposito, BI menargetkan penerimaan operasional sebesar Rp 6,29 triliun atau naik 591,78% dari ATBI Operasional 2023. Penerimaan ini disebabkan strategi investasi yang fokus pada penempatan jangka pendek.
Dari surat berharga, BI menargetkan penerimaan operasional sebesar Rp 23,1 triliun atau turun 16,35% dari ATBI Operasional 2023. Penurunan ini diperkirakan terjadi karena turunnya imbal hasil investasi global.
Transaksi valas lain sebesar Rp 674,5 juta atau turun 8,01% dari ATBI Operasional 2023 yang berasal dari asumsi penerimaan lainnya dalam valas.
Selain empat pos tersebut, BI juga merencanakan penerimaan dari kegiatan kelembagaan sebesar Rp 10,8 miliar atau naik 157,50% dari ATBI 2023. Penerimaan tersebut didapat dari penjualan inventaris sebesar Rp 1,81 miliar dan sewa persil dan bangunan sebesar Rp 9,03 miliar.
Adapun penerimaan operasional ketiga yang didapat BI direncanakan dari penerimaan administrasi. Nilainya sebesar Rp 55,9 miliar. Penerimaan ini berasal dari denda administratif sebesar Rp 493,2 juta, tagihan eks kredit likuiditas BI tidak direncanakan pada 2024, penerimaan hasil lain sebesar Rp 55,45 miliar.
Baca Juga
Rincian pengeluaran operasional
Komisi XI DPR RI juga menyetujui RATBI Pengeluaran Operasional Tahun 2024 sebesar Rp 20.074.963.199.586.
Dalam rincian yang disetujui, pengeluaran untuk membiayai pengeluaran gaji dan penghasilan sebesar Rp 5,36 triliun, manajemen sumber daya manusia (SDM) sebesar Rp 3,29 triliun, layanan sarana dan prasarana sebesar Rp 2,83 triliun, dan perumusan dan pelaksanaan kelembagaan sebesar Rp 2,08 triliun, serta operasionalisasi kebijakan sebesar Rp 1,71 triliun.
Adapun program sosial BI, pemberdayaan UMKM, stabilisasi harga, dan digitalisasi mendapatkan porsi sebesar Rp 1,63 triliun. Pengeluaran lain yaitu pelaksanaan supervisi bank sebesar Rp 50 miliar.
Untuk pengeluaran pajak sebesar Rp 2,61 triliun dan anggaran cadangan sebesar Rp 489,6 miliar.
Baca Juga
Stabilisasi Rupiah dan Pembayaran Utang LN Gerus 1,8% Cadangan Devisa
Sementara itu, Rancangan Penggunaan Cadangan Tujuan (RPCT) 2024 sebesar Rp7.027.642.887.043. Rincian RPCT 2024 untuk, penggantian dan atau pembaruan harga tetap dan pengadaan perlengkapan sebesar Rp 5,53 triliun, peningkatan kualitas teknologi sebesar Rp1,02 triliun, pengembangan SDM dan organisasi Rp 92 miliar, dan penyertaan modal sebesar Rp 40 miliar, serta cadangan sebesar Rp 334,6 miliar.
Wakil Ketua Komisi XI Dolfie Othniel FP mengatakan BI dalam menjalankan ATBI dan PCT 2024 bisa memperkuat kebijakan dan program mengenai sistem pembangunan digitalisasi yang lebih efisien dan rendah biaya. Selain itu, BI diharapkan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
“Kebijakan makroprudensial yang berkontribusi dalam memperkuat pertumbuhan ekonomi pada sektor strategis antara lain, pangan, pertanian, hilirisasi, perumahan dan lain-lainnya, termasuk mitigasi risiko,”
kata Dolfie di ruang rapat Komisi XI, Kompleks DPR RI, Jakarta Pusat, Selasa (15/11/2023). (CR-7)

