Pascapengumuman Hasil Pemilu, Dunia Usaha Berharap Situasi Aman dan Kondusif
Oleh Sarman Simanjorang,
wakil ketua umum Kadin Indonesia bidang Pengembangan Otonomi Daerah
INVESTORTRUST.ID – Sesuai jadwal tahapan Pemilu 2024, hari ini Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan hasil pemilu presiden dan legislatif. Ini berdasarkan hasil rekapitulasi suara dari 38 provinsi di Indonesia dan luar negeri.
Sebagai negara yang menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, siapa pun yang ditetapkan sebagai pemenang kita harus hormati. Bagi dunia usaha, kunci utama adalah stabilitas politik, sebagai basis bagi pertumbuhan ekonomi dan geliat dunia usaha.
Baca Juga
KPU Ungkap Kemungkinan Penetapan Hasil Pemilu 2024 Digelar Malam Hari
Dunia usaha tentu sangat berharap agar pascapengumunan dan penetapan hasil Pemilu 2024, suasana aman, sejuk, dan kondusif. Dengan demikian, tidak mengganggu aktivitas perekonomian dan investasi.
Terlebih di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri 1445 H, transaksi ekonomi di berbagai sektor sedang bergeliat dan produktif. Apalagi, minggu depan, tunjangan hari raya (THR) keagamaan mulai cair sehingga komsumsi rumah tangga kita semakin meningkat.
Butuh Kenyamanan Berbelanja
Dalam situasi seperti ini, masyarakat sangat membutuhkan kenyamanan dalam berbelanja. Menjadi tugas kita bersama untuk menjaga kenyamanan dan kondusivitas pascapengumuman hasil Pemilu 2024.
Jika ada sengketa pemilu, agar diselesaikan dengan benar. Ini melalui lembaga penegak hukum yang ada, yaitu Mahkamah Konstitusi (MK).
Baca Juga
Massa Pro dan Kontra Hasil Pemilu 2024 Adu Yel-Yel di Depan Kantor KPU
| Realisasi investasi Indonesia 2023. Sumber: Kementerian Investasi/BKPM. |
Kami berharap proses transisi kepemimpinan juga berlangsung kondusif sampai Oktober nanti presiden baru dilantik. Hal ini akan memberikan confidence bagi dunia usaha dan industri serta investasi.
Kami, Kadin Indonesia, juga perlu menggarisbawahi upaya pencapaian visi Indonesia Emas 2045, yakni menempatkan Indonesia sebagai negara maju pada tahun 2045. Pada 100 tahun Indonesia merdeka ini, kita keluar dari jebakan middle-income trap country.
Tentunya, hal itu perlu optimalisasi potensi yang dimiliki oleh Indonesia. Ini termasuk potensi tenaga kerja produktif yang mencapai hingga 187 juta angkatan kerja, pasar yang besar dengan penduduk 275 juta orang, dan kekayaan sumber daya alam (SDA) yang juga dapat menjadi motor pembangunan. ***

