Rupiah Melemah 0,05% ke Rp 16.633 per Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali tertekan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Rabu (3/12/2025), setelah sebelumnya mencatat dua hari penguatan. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah melemah 8 poin atau -0,05% ke posisi Rp 16.633 per US$.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah koreksi dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia. Dolar AS tercatat melemah terhadap euro dan poundsterling masing-masing sebesar -0,09%. Tekanan serupa juga terjadi terhadap yen Jepang (-0,06%) dan yuan China (-0,07%). Pergerakan ini mendorong penguatan mata uang kawasan Asia Tenggara seperti dolar Singapura (0,06%), baht Thailand (0,29%), dan ringgit Malaysia (0,05%).
Baca Juga
Sentimen Suku Bunga AS Tekan Harga Emas Antam (ANTM) Jadi Rp 2,412 Juta
Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menilai bahwa tekanan terhadap dolar AS dipengaruhi ekspektasi pasar mengenai potensi pemangkasan suku bunga The Federal Reserve (The Fed), serta perubahan kepemimpinan bank sentral tersebut.
“Indeks dolar AS masih tertekan seputar prospek kepala The Fed baru dan pemangkasan suku bunga,” ujar Lukman.
Indeks dolar AS (DXY) turun -0,11% ke level 99,25. Dengan kondisi tersebut, rupiah diperkirakan berpotensi menguat terbatas sambil menunggu rilis data ekonomi terbaru dari AS.
Baca Juga
IHSG Dibuka Melesat ke Level Tertinggi Baru 8.655, Saham STAR hingga FPNI Melesat
Data PMI Manufaktur AS versi S&P tercatat di level 52,2 pada November 2025, menunjukkan aktivitas manufaktur yang masih ekspansif meski melambat. Dari dalam negeri, imbal hasil obligasi pemerintah RI tenor 10 tahun naik 2,2 basis poin menjadi 6,3%, sementara imbal hasil obligasi pemerintah global tenor 10 tahun meningkat 2,6 bps menjadi 4,9%.

