Purbaya Heran BTN Minta Tambahan Penempatan Dana Pemerintah Sebesar Rp 10 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa terheran-heran dengan permintaan Direktur Utama Bank Tabungan Negara (BTN) Nixon LP Napitupulu agar pemerintah menambah penempatan dana sebesar Rp 10 triliun.
“BTN baru 41%, kenapa dia minta lagi ya? Aneh juga dia,” kata Purbaya, saat konferensi pers APBN KiTa edisi November 2025, di kantor Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Jakarta, Kamis (20/11/2025).
Purbaya mengatakan, Kementerian Keuangan juga belum menerima surat permintaan tambahan penyaluran dana dari BTN, sehingga belum bisa merespons permintaan tersebut.
“Kalau nanti sampai ke kita, kita akan pertimbangkan untuk ditambah,” ujar dia.
Purbaya menjelaskan penempatan dana pemerintah di lima bank pelat merah telah mencapai di atas 50%. Dana pemerintah yang disalurkan ke Bank Mandiri telah 100% tersalurkan, BRI tersalurkan 100%, BNI tersalurkan 68%, dan BSI sudah tersalurkan 99%.
Baca Juga
Purbaya Sebut Penempatan Dana Rp 76 T Kerek Likuiditas Domestik
Purbaya mengatakan uang pemerintah yang belum terserap ke pasar akan dibiarkan di perbankan. Sebab, pemerintah tidak akan merasa dirugikan dengan penempatan dana tersebut.
“Saya nggak rugi, dia (bank) tetap bayar bunga terus,” ucap dia.
Purbaya menjelaskan penempatan dana jilid II sebesar Rp 76 triliun ke BNI, BRI, Bank Mandiri, dan Bank DKI terjadi karena perkembangan uang primer atau M0 mengalami pelemahan pada Oktober 2025. M0 turun ke 7,7% dibandingkan akhir September 2025 yang mencapi 13,3%.
“Jadi kita pikir ini harus didorong ke atas likuiditas ke sistem,” kata dia.
Diberitakan sebelumnya, berencana menyurati pemerintah untuk meminta tambahan dana saldo anggaran lebih (SAL) Rp 10 triliun untuk mendukung ekspansi di sektor perumahan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengungkapkan, sebelumnya dana SAL yang telah diberikan pemerintah melalui Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk pihaknya sebesar Rp 25 triliun, dan hampir seluruhnya sudah tersalurkan atau sekitar Rp 24,7 triliun.
“Kita lagi ingin mengajukan surat, tapi belum tahu disetujui atau tidak. Namanya usaha kan boleh saja, kita ingin minta tambahan antara Rp 5 triliun hingga Rp 10 triliun jika mungkin,” ujarnya, usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BTN, di Menara I BTN, Jakarta, Selasa (18/11/2025).

