Investor Asing Keluhkan Regulasi, Airlangga Respons Begini
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyoroti hasil survei terbaru The American Chamber of Commerce in Indonesia (AmCham Indonesia) yang menilai persepsi pelaku usaha terhadap iklim investasi di bawah Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Survei tersebut menunjukkan mayoritas responden menganggap kondisi investasi di Indonesia masih menantang, temuan yang memicu perhatian pemerintah.
Survei AmCham Indonesia menjadi tolok ukur sentimen investor terhadap arah kebijakan nasional. Pemerintah menilai persepsi tersebut penting karena mencerminkan ekspektasi pelaku bisnis yang menjadi salah satu komponen kunci pertumbuhan ekonomi.
Airlangga mengaku terkejut dengan temuan awal dari survei yang menyebutkan 66,7% pelaku usaha menilai iklim investasi di Indonesia sulit. Sebanyak 26,7% responden menyebutnya memadai dan hanya 6,6% yang menilai iklim investasi sudah optimal. “Impresi dari laporan tersebut hanya satu yang membuat saya terkejut. Itu ada hampir lebih dari 60% pelaku usaha mengatakan sulit,” kata dia dalam paparannya pada 2025 US-Indonesia Investment Summit di Jakarta, Senin (17/11/2025), bahwa ia
Baca Juga
Menurut Airlangga, penilaian tersebut sebaiknya diseimbangkan dengan pertanyaan mengenai tingkat keuntungan berusaha di Indonesia. Ia merujuk pada laporan Japan International Cooperation Agency (JICA) yang menemukan bahwa profitabilitas bisnis di Indonesia justru lebih tinggi dibandingkan berbagai negara lain di Asia. Temuan ini, menurut dia, menggambarkan bahwa dinamika tantangan dan peluang berjalan beriringan dalam aktivitas ekonomi.
Airlangga menegaskan bahwa dunia usaha pada dasarnya tidak terlepas dari berbagai hambatan. “Untuk pengusaha, kesulitan adalah bagian dari bisnis, kita perlu menavigasikan dan menghadapinya,” ujar Airlangga.
Sementara itu, Managing Director AmCham Indonesia Donna Priadi menjelaskan bahwa kepastian regulasi menjadi perhatian utama para investor. Ia menilai proses penyesuaian dan perumusan aturan membutuhkan koordinasi lintas lembaga agar implementasinya berjalan efektif. Donna mengatakan perumusan kebijakan di tingkat pusat harus terhubung dengan diskusi teknis di lapangan. “Namun, sesuatu di sini kan perlu proses. Diputuskan di atas, di bawah perlu dibicarakan,” ujar Donna.
Donna menambahkan bahwa AmCham Indonesia akan terus berdialog dengan pemerintah untuk memastikan proses deregulasi berjalan sesuai harapan investor. Ia menilai jika konsistensi reformasi dapat dipertahankan, arus investasi berpotensi meningkat. “Sehingga bisa menambah investasi di Indonesia,” kata dia.
Baca Juga
Kadin Indonesia: Digitalisasi UMKM Kunci Tingkatkan Ekonomi Rakyat
Donna juga mengapresiasi pembentukan Satuan Tugas Deregulasi oleh pemerintah. Meski demikian, ia berharap hasil kerja satgas dapat diimplementasikan secara konkret dan menyeluruh. “Jadi itu yang kita tunggu-tunggu terus,” ujar Donna.
Dalam laporan survei tersebut, ketidakpastian regulasi menjadi hambatan terbesar bagi investor dengan 80% responden menyebutnya sebagai isu utama. Menyusul setelah itu, terdapat masalah transparansi sebesar 73,3% dan birokrasi kompleks yang mencapai 66,7%. Tantangan lain mencakup kondisi pasar sebesar 40% serta ketidakpastian hukum dengan proporsi 26,7%.

