Menkeu Sebut Pertumbuhan Ekonomi di Atas 6% untuk Tarik Tenaga Kerja ke Sektor Formal
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan alasan mengapa Indonesia perlu tumbuh di atas 5%. Pertumbuhan ekonomi yang rata-rata 5% semata tak cukup karena akan menyisakan tenaga kerja yang akhirnya masuk ke sektor informal.
“Kalau kata saya, nggak cukup kalau (tumbuh) 5% untuk menyerap sisa tenaga kerja,” kata Purbaya saat menghadiri Sarasehan 100 Ekonom, di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (28/10/2025).
Purbaya menjelaskan penurunan pengangguran pada 2025 tak bisa menjelaskan kondisi keseluruhan di lapangan. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) pada Februari 2025 berkurang sebesar 0,15% dari Agustus 2024, menjadi 4,76% per Februari 2025. Artinya dari 153,05 juta angkatan kerja, sebanyak 7,28 juta diantaranya merupakan pengangguran.
Baca Juga
Menurut Purbaya, angka pengangguran yang turun itu karena angkatan kerja yang menganggur masuk ke sektor informal. Desain ekonomi yang dia harapkan tak seperti.
“Kita nggak mau warga negara kita kerjanya di informal kalau bisa semuanya kaya di sektor formal. Jadi, kita harus menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat,” ujar dia.
Purbaya menjelaskan pertumbuhan ekonomi sebesar 6,7% dapat menarik angkatan kerja ke sektor formal. Dengan pertumbuhan ekonomi yang melambung ke 6,7% dalam beberapa tahun akan timbul demand pull inflation.
“Kalau sekarang (demand full inflation) terlalu dini karena selalu setelah krisis kita nggak pernah tumbuh 6,5%. Jadi banyak tenaga kerja kita yang masih menganggur atau kerja di sektor informal,” kata dia.

