Prasasti Sayangkan 1 Tahun Prabowo-Gibran Minim Orkestrasi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Prasasti Center for Policy Studies, menyampaikan hasil kajian terkait 1 tahun pemerintahan Prabowo-Gibran. Policy & Program Director Prasasti, Piter Abdullah, secara khusus menyoroti koordinasi kinerja antar kementerian/ lembaga sepanjang satu tahun kerja Kabinet Merah Putih.
Piter menyayangkan kerja Kabinet Merah Putih selama tahun terakhir cenderung minim adanya orkestrasi terhadap program-program kerja yang dijalankan.
"Saya belum melihat banyak orkestrasi dalam implementasi program. Setiap program seperti memiliki caranya sendiri, tidak ada orkestrasi," kata Piter saat menyampaikan pemaparan dalam peluncuran Prasasti Insight: Kajian 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta, Senin (20/10/2025).
Disayangkan oleh Piter, secara umum ia menilai program-program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran memiliki misi yang baik, khususnya terhadap upaya percepatan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun minimnya orkestrasi ini ia khawatirkan bakal berpengaruh terhadap hasil dari program prioritas pemerintah.
"Sebenarnya, ini sangat penting. Orkestrasi, ketika kita berbicara tentang musik, orkestrasilah yang akan membentuk harmoni, yang akan membuat perubahan terasa indah. Harmonilah yang akan menjadi sinergi. Sehingga hasilnya akan lebih kompleks," jelasnya.
Selain minimnya orkestrasi, Piter juga menyoroti kurangnya pemantauan dan evaluasi terhadap program prioritas pemerintahan Prabowo-Gibran.
Baca Juga
Lembaga Kajian Prasasti Beri Predikat 'Cukup Baik' 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
"Dalam konsep manajemen proyek, manajemen program merupakan sebuah kewajiban. Harus ada proses pemantauan dan evaluasi yang hemat biaya, yang akan membuat program berjalan sebaik mungkin. Nah, ini sangat penting," ungkapnya.
Piter menyarankan agar pemerintah melalui Kementerian Perencenaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) mengaktifkan peran dari Komite Manajemen Risiko Pembangunan Nasional (MPRN).
Komite ini, kata Piter, diharapkan dapat berperan lebih optimal dalam rangka pemantauan dan evaluasi terhadap program-program priortas pemerintahan.
"Proses pemantauan tidak hanya memberikan nilai, tetapi juga memberikan catatan, rekomendasi, agar program-program yang telah berjalan dengan baik, dapat ditingkatkan lagi," tutur dia.
Dalam kesempatan tersebut, Piter menyoroti peran seluruh menteri koordinator (Menko) yang dinilai belum maksimal dalam mengorkestrasi program-program pemerintah.
Baca Juga
Prasasti Sebut Rencana Prabowo Bolehkan WNA Jadi Direksi BUMN Langkah Tepat
Ia mencontohkan, bagaimana peran menko yang menangani urusan ekonomi kerap kali bersingungan satu dengan yang lain.
"Karena kita tahu bidang ekonomi sendiri kan ada beberapa yang tanda kutip masuk dalam kategori ekonomi, tapi terpisah menko-nya kan, seperti Menko Pangan dan Menko Perekonomian. Sehingga kita membutuhkan lagi antar-menko pun perlu ada koordinasi, harmonisasi. Inilah yang kita sebutkan sebagai sebuah bentuk orkestrasi yang bahkan antar-menko dibutuhkan," kata Piter menjelaskan.
Sementara itu Prasasti meluncurkan Kajian 1 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai refleksi atas kinerja pemerintah sejak dilantik pada 20 Oktober 2024. Executive Director Prasasti, Nila Marita, menyebut penyusunan kajian sebagai objektif atas capaian dan arah pelaksanaan program prioritas nasional.
Dalam kajian tersebut, Prasasti memberikan peringkat 'Cukup Baik' atau 'Acceptable' terhadap keseluruhan kinerja 1 tahun pemerintahan kabinet Merah Putih.
"Secara keseluruhan, pencapaian pemerintah hingga tahun pertama kami nilai 'Cukup Baik' atau 'Acceptable'. Sejumlah inisiatif menunjukkan kemajuan berarti. Namun masih terdapat beberapa program yang perlu ditingkatkan dan dikembangkan terutama dalam hal implementasi di lapangan dan efektivitas koordinasi antar lembaga," katanya di Jakarta, Senin (20/10/2025).

