Implementasi Penuh Asean DEFA Dapat Gandakan Nilai Ekonomi Indonesia Hingga US$ 2 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Komite Aset Digital Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Raine Renaldi menyebut implementasi penuh Asean Digital Economy Framework Agreement (DEFA) dapat melipatgandakan nilai ekonomi Indonesia menjadi US$ 2 triliun. Ini karena posisi Indonesia yang strategis dalam ekonomi digital Asia Tenggara.
“Untuk ASEAN DEFA, Indonesia saat ini menjadi ekonomi digital terbesar di ASEAN. Alasannya karena populasi kita yang besar, dan jika sistem ini terealisasi penuh, ekonomi Indonesia diperkirakan bisa naik dua kali lipat, dari 1 triliun dolar menjadi sekitar 2 triliun dolar,” ujar Raine, di sela-sela acara Expand North Star 2025, yang berlangsung di Dubai, Uni Emirat Arab, 12–14 Oktober 2025.
Raine menilai, peran Indonesia dalam ekosistem DEFA akan menentukan arah integrasi ekonomi digital di kawasan Asia Tenggara. Namun, ia menegaskan bahwa keberhasilan itu tidak hanya bergantung pada ukuran pasar, melainkan pada kemampuan pelaku industri nasional untuk menjadi pemain utama.
“Tantangannya adalah apakah perusahaan-perusahaan Indonesia siap menjadi pemain utama, bukan hanya penerima,” kata dia dalam pernyataan tertulisnya dikutip Rabu (15/10/2025).
Menurut Raine, banyak perusahaan dan startup teknologi Indonesia yang sebenarnya memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global, terutama di sektor keuangan digital dan blockchain. Meski begitu, potensi tersebut perlu diiringi dengan keberanian mengambil posisi strategis dalam rantai nilai ekonomi digital.
“Saya yakin banyak perusahaan teknologi Indonesia yang mampu menjadi pemain utama di dunia ekonomi digital ini,” ujar dia berharap.
Raine menyebut peran kebijakan pemerintah dan dukungan investasi jangka panjang menjadi bagian penting untuk memperkuat fondasi ekonomi digital nasional. Ini karena ekosistem digital yang sehat hanya bisa terwujud jika ada keseimbangan antara inovasi, regulasi, dan keberlanjutan bisnis.
Baca Juga
Aset Digital 'Booming', Morgan Stanley Sarankan Investor Sisihkan 2- 4% ke Kripto
“Kuncinya adalah bagaimana kita mendorong banyak startup digital, pertumbuhan investasi di sektor ekonomi digital, dan memastikan Indonesia dikenal bukan hanya sebagai market tapi juga sebagai player utama,” ucap dia.
Raine menjelaskan posisi Indonesia perlu berkompetisi dengan negara Asia Tenggara lain untuk menjadi pusat ekonomi digital. Oleh karena itu, Indonesia harus menegaskan keunggulannya bukan hanya dari segi jumlah pengguna, tetapi juga dari sisi inovasi dan kepemimpinan teknologi.
“Setiap negara punya ciri khas— Indonesia dulu dikenal sebagai negara dengan friendly regulation dan friendly tax untuk crypto. Sekarang, saat dunia berlomba memberi ruang bagi perkembangan web3 dan crypto, kita perlu menjaga reputasi itu,” katanya.
Raine menambahkan, jika potensi ekonomi digital Indonesia dijaga dan terus didukung oleh pemerintah, maka negara ini berpeluang menjadi pemimpin regional dalam transformasi digital, bukan sekadar peserta.
“Indonesia sebenarnya sudah cukup maju. Jika potensi ini dijaga, diberi kesempatan, dan didukung pemerintah, saya yakin Indonesia akan menjadi salah satu negara paling siap di dunia ini,”
Raine juga menjelaskan kehadiran Indonesia di Expand North Star 2025 bukan hanya sekadar untuk memperkenalkan potensi pasar, melainkan membangun posisi tawar strategis dalam percakapan global tentang masa depan ekonomi digital.
Baca Juga
Kadin dan Google Indonesia Kerjasama Dorong UMKM 'Go Digital'
Acara tersebut mempertemukan ribuan pemimpin industri teknologi, investor, dan regulator dari berbagai negara. Indonesia, kata Raine, membawa semangat kolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital Asean dan mempromosikan kesiapan sistem keuangan nasional yang semakin matang.
“Kita harus mulai menyiapkan produk dan solusi yang dibutuhkan oleh pasar global. Jangan sampai kita hanya menjadi pengguna, bukan pencipta,” kata dia.
Raine menilai, inisiatif seperti Project Garuda, mata uang digital bank sentral (CBDC) Indonesia, akan menjadi contoh langkah konkret pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi digital. Dengan sistem keuangan digital yang terintegrasi, Indonesia akan lebih mudah memanfaatkan peluang dari DEFA.
“Jika Indonesia sudah meluncurkan Project Garuda secara penuh dan sistem investasinya sudah mendukung pembayaran digital, peta ekonomi akan berubah,” ujar dia.

