Anindya Bakrie Dorong Swasta Pimpin 4 Bidang Ini untuk Serap Peluang Investasi US$ 3,8 Triliun
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, mengungkap peluang Indonesia untuk mengambil alih kepemimpinan dalam agenda transisi energi global. Ia menaksir, setidaknya terdapat potensi investasi sebesar US$ 3,8 triliun dalam agenda dekarbonasiasi di dalam negeri.
Anindya memiliki catatan agar potensi investasi triliunan dolar tersebut dapat terserap dengan maksimal. Salah satunya dorongan kepada pihak swasta untuk memimpin empat bidang prioritas.
Hal tersebut disampaikan Anindya dalam acara Indonesia International Sustainability Forum (ISF) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC).
Baca Juga
Bos Danantara Sebut Kurang dari 1% Potensi Energi Terbarukan RI yang Dimanfaatkan
“Kami telah menunjukkan banyak data yang menggembirakan terkait potensi transisi Indonesia. Singkatnya, untuk meraih peluang dekarbonisasi senilai US$ 3,8 triliun, sektor swasta Indonesia harus memimpin di empat bidang penting,” kata Anindya, Jumat (10/10/2025).
Keempat bidang tersebut adalah pertama isu perubahan iklim. Anindya meyakini, target net zero emission dapat dicapai bukan hanya melalui pengurangan emisi, tetapi juga lewat inovasi, investasi, dan penciptaan pasar.
Bidang kedua adalah ketersediaan modal. Anindya mengajak pihak swasta untuk memobilisasi pembiayaan proyek-proyek hijau, seperti energi terbarukan, mineral kritis, limbah menjadi energi, dan peningkatan jaringan listrik. “Kemitraan publik-swasta bisa mengurangi risiko jalur ini,” sambungnya.
Bidang ketiga, adalah pasar karbon. Ia mengatakan, Indonesia berpotensi menjadi pemimpin global dalam kredit berbasis alam dan teknologi. “Kadin dan ASEAN siap memastikan integritas dan pasokan kredit,” tegasnya.
Bidang keempat, yakni keterampilan tenaga kerja. Dijelaskan Anindya, transisi energi pada prinsipnya akan menghadirkan berbagai jenis lapangan pekerjaan baru.
Untuk menyambut hal itu, Kadin mengajak agar para pengusaha swasta turut berkontribusi untuk mempersiapkan keterampilan tenaga kerja lokal melalui program-program upskilling, reskilling, dan membangun jalur talenta untuk industri hijau. “Inilah peta jalannya. Peluangnya jelas. Yang penting sekarang adalah eksekusi,” tutur Anindya.
Baca Juga
Kadin Ikut Dialog Pasar Modal & Menkeu, Anindya: Selaraskan Kerja Sama Dunia Usaha
CEO PT Bakrie & Brothers Tbk itu meyakini, agenda pertumbuhan hijau bukan hanya sekadar memenuhi target iklim. Lebih dari itu, ia mengatakan, agenda ini menjadi upaya mengamankan masa depan ekonomi Indonesia, memastikan pertumbuhan kuat, berkelanjutan, dan inklusif.
“Dengan koalisi tepat antara pemerintah yang sangat mendukung dunia usaha, bisnis, dan mitra global yang hadir di sini, kita bisa membuka masa depan itu bersama. Indonesia tidak hanya akan berpartisipasi dalam transisi energi global. Kita akan memimpinnya,” papar Anindya.

