'Shutdown' AS Bikin Rupiah Galau, Dolar Makin Gagah
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Rupiah kembali menunjukkan pelemahan pada Jumat (3/10/2025) pagi. Dipantau dari Bloomberg, rupiah tertekan 28 poin atau terdepresiasi 0,17% menjadi Rp 16.626 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi bersamaan dengan penguatan indeks dolar Amerika Serikat (DXY) yang naik 0,05% menjadi 97,89. Kondisi ini juga menekan sejumlah mata uang utama di kawasan Asia.
Baca Juga
Dolar AS tercatat menguat 0,28% terhadap yen Jepang, 0,22% terhadap won Korea Selatan, 0,16% terhadap ringgit Malaysia, serta 0,07% terhadap dolar Singapura. Sebaliknya, yuan China dan peso Filipina masih menunjukkan apresiasi tipis dengan masing-masing menguat 0,01% dan 0,22%. Sementara itu, terhadap mata uang utama lain, dolar AS menguat 0,01% terhadap poundsterling Inggris tetapi melemah 0,09% terhadap euro Uni Eropa.
Ekonom PT Bank Mandiri Andry Asmoro menilai penguatan dolar AS dipicu oleh langkah investor yang menimbang dampak shutdown pemerintahan Amerika Serikat (AS). Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyatakan rencana memangkas ribuan pekerja federal sebagai upaya menekan kebuntuan politik dengan Partai Demokrat.
“Gangguan ini berdampak pada tertundanya rilis klaim pengangguran mingguan dan laporan nonfarm payrolls besok yang kemungkinan akan tertunda,” kata Andry pada Jumat (3/10/2025).
Lembaga pemeringkat Fitch Ratings memperingatkan shutdown dapat memengaruhi peringkat utang jangka pendek Amerika Serikat. Meski demikian, Fitch memproyeksikan defisit Pemerintah AS menyempit menjadi 6,8% dari produk domestik bruto (PDB) pada 2025, lebih rendah dibanding 7,7% dari PDB pada 2024, sebagian besar karena lonjakan penerimaan dari tarif yang diperkirakan mencapai US$ 300 miliar (setara Rp 4.987 triliun).
Baca Juga
Pasar keuangan juga mulai mengantisipasi arah kebijakan Federal Reserve (The Fed). Probabilitas pemangkasan suku bunga acuan Fed Fund Rate (FFR) sebesar 25 basis poin (bps) meningkat hingga 80%. Ekspektasi ini membuat volatilitas di pasar valas semakin tinggi.
Dengan kondisi global yang masih rentan, rupiah diperkirakan akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.573 hingga Rp 16.682 per dolar AS.

