Dukungan Mengalir untuk Purbaya Yudhi Sadewa, Berikan Waktu untuk Bekerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Keuangan baru, Purbaya Yudhi Sadewa, mendapat dukungan dari berbagai kalangan agar dapat segera mewujudkan visi dan janji yang telah disampaikan.
Pengamat industri keuangan Irvan Raharjo menilai, publik memang menaruh ekspektasi tinggi kepada Purbaya, mengingat ia menggantikan sosok Sri Mulyani Indrawati yang selama 15 tahun terakhir dikenal memiliki reputasi internasional.
“Wajar bila publik membandingkan, sebab Sri Mulyani memiliki kaliber dan pengalaman tingkat dunia. Namun, Purbaya harus diberi waktu untuk membuktikan kapasitasnya,” ujar Irvan kepada investortrust, Kamis (11/9/2025).
Irvan meyakini, dengan dukungan tim yang solid di Kementerian Keuangan, Purbaya memiliki modal kuat untuk bergerak cepat. “Dengan tiga Wakil Menteri yang punya kapasitas mumpuni serta jajaran birokrasi Kemenkeu yang profesional, saya optimistis Purbaya mampu mendeliver janji-janji dan obsesinya,” tegasnya.
Sejak dilantik, Purbaya menegaskan komitmennya dalam memperkuat perekonomian nasional, memperdalam pasar keuangan domestik, serta mempercepat program pembangunan yang pro-rakyat. Meski sebagian pernyataannya dinilai ambisius, kalangan industri menilai langkah tersebut menunjukkan keyakinan kuat dalam menghadapi tantangan global.
Baca Juga
Menkeu Purbaya Klaim Pemerintah Prabowo Sudah Ciptakan Lapangan Kerja 3,59 Juta
“Yang penting, setiap kebijakan harus dapat dieksekusi dengan baik, karena masyarakat menunggu hasil nyata. Dukungan penuh dari birokrasi, dunia usaha, hingga masyarakat sipil akan menjadi kunci keberhasilan Purbaya dalam membuktikan kepemimpinannya di Kementerian Keuangan,” tambah Irvan.
Dengan kombinasi antara visi baru dan dukungan aparatur yang solid, publik berharap Purbaya dapat melanjutkan reformasi fiskal sekaligus menghadirkan kebijakan inovatif yang mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Dalam kesempatan berbeda, Ekonom IPB, Didin S. Damanhuri, menyampaikan respek atas sikap terbuka Purbaya dalam membangun tradisi dialog baru antara pemerintah dan parlemen. Menurutnya, hal ini menjadi pembeda dibandingkan gaya komunikasi pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati.
“Purbaya mampu menjelaskan secara gamblang mekanisme hubungan fiskal (pemerintah) dan moneter (Bank Indonesia), serta menarik kesimpulan dengan memperhatikan peran DPR yang cukup responsif. Sebelumnya, Sri Mulyani cenderung menggunakan gaya normatif dengan menekankan stabilitas,” kata Didin.
Didin menilai pendekatan baru Purbaya memberikan ruang bagi pembahasan yang lebih substansial. Namun ia menekankan perlunya langkah lanjutan yang menyentuh sektor riil. “Tinggal dijelaskan bagaimana peran aktor seperti swasta, BUMN, dan koperasi bisa merespons kebijakan fiskal dan moneter secara rasional, bukan dengan praktik tidak sehat seperti kartel, oligopoli, atau korupsi,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia mendorong agar kebijakan Purbaya juga fokus pada peningkatan ekspor-impor, penyelesaian persoalan ketenagakerjaan melalui upah yang layak, serta penciptaan iklim investasi yang kondusif. Dukungan berupa regulasi, infrastruktur, tata ruang, dan penegakan hukum dinilai sangat penting agar dunia usaha dapat berkembang tanpa merugikan rakyat.
“Awal yang bagus, tapi langkah berikutnya adalah memastikan insentif bagi pekerja produktif, mendorong perdagangan luar negeri, dan menciptakan tata kelola lahan bisnis yang baik. Semua itu akan memperkuat kepercayaan investor sekaligus menumbuhkan ekonomi nasional,” tegas Didin.
Sebagaimana diberitakan, Purbaya Yudhi Sadewa ditunjuk oleh Presiden Prabowo Subianto untuk mengisi posisi Menteri Keuangan, menggantikan Sri Mulyani pada Senin (8/9/2025). "Saya merasa sangat terhormat atas kepercayaan yang diberikan kepada saya oleh Bapak Presiden untuk menjabat sebagai Menteri Keuangan Republik Indonesia," ujar Purbaya saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Selasa (9/9/2025).
Meski begitu, Purbaya menyebut ada tantangan yang ia hadapi dari dalam maupun luar negeri, untuk mendorong program prioritas pemerintahan Presiden RI Prabowo Subianto, agar berjalan dengan baik.
Karenanya, Purbaya meminta dukungan pejabat Kemenkeu untuk bekerja sama dalam membangun fiskal agar stabil.
"Dengan rendahan hati, saya mohon dukungan seluruh jajaran Kementerian Keuangan untuk bekerja bersama saya, guna memastikan bahwa kebijakan fiskal tetap berperan sebagai instrumen yang kuat dalam menjaga stabilitas," ujar Purbaya.

