Regulasi Masih Jadi PR, Kadin Desak Evaluasi Kebijakan dan Dorong Insentif Dunia Usaha
Kadin Indonesia Minta Pemerintah Evaluasi Kebijakan untuk Dukung Dunia Usaha
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Ketua Umum Bidang Analisis Kebijakan Makro-Mikro Ekonomi Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Aviliani meminta pemerintah mengevaluasi berbagai kebijakan, termasuk perbaikan regulasi yang masih menjadi pekerjaan rumah (PR).
"Misalnya soal perizinan. Perizinan itu sekarang masih menjadi kendala walaupun sudah diperbaiki pemerintah," kata Aviliani saat di "Bisnis Indonesia Mid Year Challenge 2025", di Jakarta, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga
Kemenperin Harap Deregulasi Impor Bisa Pulihkan Industri Tekstil
Meski saat ini proses deregulasi terus berlangsung, Aviliani menilai, banyak kementerian yang menjadi kendala dunia usaha sehingga menambah ketidakpastian. "Kebijakan pemerintah juga sebaiknya berubah sesuai kebutuhan dunia usaha," kata dia.
Selain regulasi, pemerintah perlu memperhatikan insentif dan stimulus untuk dunia usaha dan masyarakat. Salah satu contohnya, pemberian diskon tiket pesawat. Di tengah daya beli masyarakat yang menurun, pemberian diskon tiket pesawat menjadi pertanyaan.
"Nah jadi demand side itu harus dilihat dahulu. Kalau bicara daya beli berarti harus ada income dahulu," jelas dia.
Aviliani mengatakan, pemerintah perlu menciptakan pendapatan bagi dunia usaha, khususnya UMKM. "Yang kelas menengah cenderung masih bisa bertahan karena mereka selalu punya strategi," ujar dia.
Baca Juga
Tarif Impor AS Mulai Diterapkan 1 Agustus? Kemenko Perekonomian Bilang Belum Tentu
Di sektor manufaktur, pemerintah perlu memperhatikan industri yang berorientasi padat karya. Pabrik manufaktur garmen dan sepatu yang mengekspor ke Amerika Serikat itu sekarang tinggal empat perusahaan.
"Itu pun mereka mengatakan marginnya tinggal 5%. Nah kalau tidak dibantu pemerintah, dengan kebijakan yang 19% nanti, bisa-bisa dia tutup. Kenapa? Karena yang namanya pengusaha itu kontraknya tahunan," ucap dia.

