Di Jababeka Career Connect 2025, Menaker Ungkap Tantangan dan Solusi Ketenagakerjaan
Poin Penting
|
CIKARANG, investortrust.id - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengungkapkan, potret tantangan yang dihadapi ketenagakerjaan di antaranya adalah tantangan global, geopolitik, serta kondisi ekonomi yang sedang tidak mudah.
Maka dari itu, Yassierli mengimbau, perusahaan sebaiknya melihat tidak hanya sebatas best practice, namun juga harus memadukannya dengan local wisdom atau kearifan lokal dalam mengelola sumber daya manusia (SDM), agar lebih produktif.
Hal tersebut diungkapkannya saat menghadiri acara seminar dan networking bertajuk Career Connect 2025: Motivasi Networking yang digelar oleh Jababeka bersama President University (PresUniv) dan HR Forum Jababeka.
"Hubungan dengan tenaga kerja yang bukan sekedar transaksional, tapi punya tujuan bersama yaitu sejahtera bersama. Sehingga membentuk ekosistem industri dan ekosistem itu semakin besar. Itulah solusi sebenarnya dari penyerapan tenaga kerja," ucap Yassierli di kawasan Jababeka, Cikarang, Jawa Barat, Selasa (1/7/2025).
Yassierli juga menegaskan, pentingnya sinergi dari berbagai pihak termasuk untuk menjawab berbagai tantangan di bidang ketenagakerjaan, termasuk di Kabupaten Bekasi. Mulai dari pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, sektor swasta, perguruan tinggi dan masyarakat luas.
Baca Juga
Investasi Naik tapi Serapan Tenaga Kerja Kecil, Petinggi DEN Soroti Dominasi Sektor Informal
"Untuk Jababeka terima kasih (telah membuat acara ini), saya tunggu terobosan-terobosan selanjutnya," imbuh Yassierli.
Dalam kesempatan yang sama, Chairman Jababeka and founder President University, Setyono Djuandi (SD) Darmono menerangkan, Jababeka mengambil inisiatif membuat acara karena banyaknya pemutusan hubungan kerja (PHK), dan para pencari kerja yang sulit mendapatkan pekerjaan.
SD Darmono menekankan bagi para tenant melakukan pelatihan (training/upskilling) internal yang mungkin di-provide oleh HRD masing-masing. Sementara bagi pencari kerja, diimbau mengikuti pelatihan tertentu agar mereka memiliki keterampilan.
"Training bagi pencari kerja, akan membuat mereka punya keahlian dan perusahaan mau mempekerjakan mereka, training (upskilling) bagi yang sudah bekerja atau karyawan, membuat pekerjaan mereka tetap relevan dan tidak mudah diganti oleh AI,” ungkapnya.
Acara ini dihadiri sekitar 2.000 peserta, termasuk pencari kerja, mahasiswa, serta pelaku industri, dan mendapat dukungan langsung dari Kementerian Ketenagakerjaan.
Acara Career Connect 2025 merupakan event dengan rangkaian acara, .ulai dari dialog ketenagakerjaan bersama Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli, seminar motivasi dengan pengusaha dan motivator Andrie Wongso, dan sesi networking.

