Perbankan Dapat Kado dari BI, PLM Turun Jadi 4%
JAKARTA, investortrust.id - Bank Indonesia (BI) memberikan hadiah kepada perbankan berupa kebijakan insentif likuiditas. Untuk memperkuat peran perbankan dalam menggerakkan perekonomian nasional, BI memutuskan untuk melonggarkan penyangga likuiditas makroprudential (PLM) kepada bank umum konvensional (BUK) dari 5% menjadi 4%.
Disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, tidak hanya Bank Umum Konvensional, keringanan PLM juga diberikan kepada bank syariah yang turun dari 3,5% menjadi 2,5%.
"Inilah sekaligus insentif dan dukungan kepada perbankan kita untuk salurkan kredit," kata Perry, Rabu (21/5/2025).
Baca Juga
Ia menyebut penurunan PLM ini ditujukan untuk memberikan fleksibilitas bagi sektor perbankan dalam menyalurkan kredit kepada sektor-sektor yang menggerakkan pertumbuhan perekonomian nasional. Adapun kebijakan ini akan berlaku efektif pada efektif Juni 2025.
Sebagai informasi PLM adalah cadangan likuiditas yang wajib dipelihara oleh bank untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mencegah terjadinya krisis likuiditas.
"Tidak hanya suku bunga perbankan, biaya dana pihak ketiga maupun kredit perlu diturunkan, tapi juga kami tambah likuiditasnya melalui ekspansi moneter dari likuiditas maupun juga pelonggaran lebih lanjut kebijakan makroprudensial," lanjut Perry.

