Peter Gontha Luncurkan Buku Memoar, Sebut Polandia Lebih Besar dari Jerman
JAKARTA, investortrust.id - Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Polandia tahun 2014-2019 yang juga pengusaha, Peter F Gontha, meluncurkan buku memoar berjudul "A Moment of Recogonition". Menurut Peter, buku tersebut mengangkat kisahnya selama bertugas sebagai diplomat Indonesia di Polandia.
"Meskipun orang lain menjadi dubes dua kali, tiga kali, tapi saya cuma satu kali di Polandia. Tapi saya merasakan betul bahwa di situ mendapatkan kepercayaan untuk mewakili Republik kita, itu adalah satu kebanggaan tersendiri buat saya," ungkapnya kepada awak media usai peluncuran buku di 25hours Hotel The Oddbird, Senopati, Jakarta, Jumat (16/05/2025).
Baca Juga
Bawa Mahasiswa Indonesia Studi di Polandia
Peter juga menjelaskan selama bertugas di Warsawa, ia baru menyadari Polandia adalah negara yang besar dan maju. Bahkan, ia menyebut Polandia lebih besar dari negara Jerman. Ia mengatakan, saat menjadi dubes Indonesia untuk Polandia, upaya mempromosikan tanah kelahiran melalui berbagai event olahraga dan budaya merupakan kenangan yang tidak terlupakan.
"Ini buku memoar saja selama saya lima tahun di Polandia. Tidak ada yang lain, hanya mengenai itu aja," sambungnya.
Baca Juga
Ia menyebut salah satu kenangan yang tertuang dalam buku tersebut adalah saat Peter dapat membawa lebih dari 2 ribu mahasiswa Indonesia melanjutkan studi ke Polandia. Ia meyakini Polandia dengan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas merupakan tempat yang baik bagi mahasiswa Indonesia untuk belajar.
"Karena di situ mereka dapat belajar dengan harga yang jauh lebih murah, itu buat saya. Dan mendidik bangsa kita melalui satu tempat, satu negara yang sangat tinggi pendidikannya," tuturnya.
Dalam peluncuran buku oleh Peter Gontha tersebut, sejumlah tokoh nasional turut hadir dan sekaligus memberikan testimoni kenangan terhadap mantan dubes tersebut. Di antaranya adalah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan pengusaha kawakan Chairul Tanjung, yang disebut oleh Peter telah menjalin persahabatan selama lebih dari 50 tahun.
Kenangan LBP
Luhut Binsar Pandjaitan alias LBP mengungkap kenangan saat awal mengenal Peter. Menurut LBP, saat dirinya masih berpangkat mayor dan menjadi kepala bodyguard Presiden RI ke-2 Soeharto, ia melihat Peter sebagai sosok yang kerap dekat lingkaran Presiden.
"Peter ini tau pasti saya gak punya duit begitu. Dan, saya gak pernah lupa dia suka kasih saya uang. Itulah Peter Gontha yang saya tau waktu itu," ungkap LBP.
Mantan Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) itu menyebut, Peter adalah sosok yang cerdas dan pandai bergaul. LBP juga menyebut Peter sebagai seorang yang memiliki keahlian dalam keuangan.
"Dia seorang ahli finance, yang menurut saya ya susah-susah juga nyari tandingannya dia," lanjutnya.
Apresiasi Rintis Event Internasional Java Jazz
Pada kesempatan itu, LBP juga mengapresiasi Peter yang telah merintis event musik internasional Java Jazz Festival. Bahkan, LBP berkomitmen untuk membantu putri Peter, Dewi Allice Lydia Gontha, untuk terus mengembangkan event akbar Java Jazz Festival.
"Jangan anda berhenti berkarya, teruslah berkarya buat Indonesia yang kita cinta ini, jangan pernah lelah kita berkarya untuk Indonesia. Kalau kita berbuat, buat saja dan biarlah waktu yang mengajarkan kita, bahwa kita melakukan sesuatu buat Indonesia yang tercinta. Peter, selamat bukunya," tutur LBP.
Selain LBP, Chairul Tanjung juga berkesempatan mengungkap testimoni kenangannya sepanjang mengenal sosok Peter Gontha. Menurut Chairul, ia telah mengenal Peter selama lebih dari 40 tahun. Awal pertemuan keduanya, Chairul menyebut saat itu Peter telah bekerja sebagai direktur Bimantara, sedangkan dirinya masih menjadi pengusaha usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Chairul Tanjung yang kini dikenal sebagai bos konglomerasi media ini menyebut Peter Gontha orang yang menginspirasinya untuk terjun ke industri media. "Saya ingat betul pada waktu itu Pak Peter datang ke kantor saya untuk jemput, kita besuk sama-sama ke Cipinang dan terus-menerus berhubungan sampai dengan hari ini, tidak pernah putus. Saya punya televisi juga belajarnya dari Pak Peter. Jadi, bagaimana bikin televisi saya belajar dari Pak Peter Gontha," ungkapnya.
CT Diberi HP Pertama Kali
Pria yang akrab disapa CT ini juga menceritakan salah satu kisah menarik dalam kenangan persahabatan dengan Peter. Diungkap oleh CT, ia pertama kali ia mengenal gawai saat Peter menggunakannya.
"Waktu itu dia (Peter) sudah pakai handphone, di Indonesia belum ada. Saya tanya, Peter apa itu? 'Lu tak tahu, ini handphone'. Ya malu kan kita belum tahu, apa lagi ini barang," tutur CT yang disambut tawa para tamu undangan.
Tidak lama setelah itu, lanjut CT, Peter menawarkannya gawai untuk dipakai. CT mengingat untuk pertama kalinya memiliki gawai, saat ia mengambil gawai yang sebelumnya dititip Peter di kawasan Tanah Abang.
"Waktu itu satu handphone harganya sama dengan satu Toyota Kijang, karena baru pertama muncul di Indonesia. Nah, jadi handphone pertama saya, itu saya dapet dari namanya Peter Gontha," kenang CT.
Selain LBP dan Chairul Tanjung, sejumlah tokoh yang juga kerabat dari Peter Gontha turut menghadiri peluncuran buku tersebut. Di antaranya adalah Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Sekjen Partai Nasdem Hermawi Taslim, Wakil Menteri Imipas Silmy Karim, mantan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, musisi Addie MS, serta Dubes Polandia untuk Indonesia Barbara Szymanowska.

