Musisi Addie MS Sebut Peter Gontha sebagai Dubes Musik Indonesia
JAKARTA, investortrust.id -- Pencipta lagu dan komposer Addie Muljadi Sumaatmadja atau yang dikenal dengan Addie MS mengungkapkan kekagumannya kepada sosok Peter F. Gontha. Menurut Addie, mantan Duta Besar Indonesia untuk Polandia itu tidak hanya piawai dalam berdiplomasi, melainkan berkontribusi terhadap pengembangan industri musik di Tanah Air. Bahkan ia menyebut Peter sebagai duta besar (dubes) musik Indonesia untuk dunia.
"Buat saya Pak Peter Gontha itu sebenarnya sudah secara tidak resmi, de facto, adalah duta besar musik Indonesia di dunia," katanya kepada awak media saat menghadiri peluncuran buku memoar oleh Peter F. Gontha berjudul A Moment of Recognition di 25Hours Hotel Jakarta The Oddbird, Senopati, Jakarta, Jumat (16/5/2025).
Bukan tanpa alasan, Addie menobatkan Peter sebagai dubes musik Indonesia atas keberhasilannya membawa sejumlah musisi top internasional untuk menggelar pertunjukan di Tanah Air. Dan yang paling fenomenal, kata Addie, Peter merupakan sosok kunci di balik lahirnya event internasional Java Jazz Festival di Indonesia.
"Bayangkan tokoh-tokoh besar dari mancanegara, yang saya kagumi dari saya muda itu Quincy Jones, David Foster, kemudian George Duke, Bob James dan banyak sekali. Itu bisa kenal Indonesia, bisa willing to perform di Indonesia. Kemudian Pak Peter juga bawa musisi jazz dari Indonesia dan bukan hanya jazz, saja tapi khususnya jazz ke dunia," jelas Addie.
Ia menaruh sorotan khusus terhadap keberhasilan Peter berhasil membuat Java Jazz Festival dapat bertahan lebih dari 20 tahun. Sebagai orang yang berkecimpung di industri musik, Addie memahami sulitnya membuat sebuah pergelaran musik. Sementara Peter tidak hanya berhasil membawa musisi top dunia datang ke Indonesia, melainkan berhasil membuat event tersebut bertahan puluhan tahun.
Selain kiprah di industri musik, Addie turut mengagumi sosok Peter sebagai seorang pengusaha dan diplomat yang piawai. Ia menyebut kemampuan bahasa dan keluwesan dalam berkoneksi yang dimiliki Peter F. Gontha membuatnya memiliki keunggulan dalam menjalankan tugas sebagai dubes Indonesia untuk Polandia sepanjang tahun 2014-2019.
"Dengan kemampuannya berkomunikasi dalam beberapa bahasa dan juga gesturnya bagaimana dia bisa menyenangkan, dia bisa membahagiakan orang dan menghubungkan, menghubungkan orang dengan orang yang berbeda segala macam, bisa memberikan kontribusi yang luar biasa," jelasnya.
Baca Juga
Peter Gontha Luncurkan Buku Memoar, Sebut Polandia Lebih Besar dari Jerman
Dubes Indonesia untuk Polandia tahun 2014-2019 yang juga pengusaha, Peter F. Gontha, meluncurkan buku memoar berjudul 'A Moment of Recogonition'. Menurut Peter, buku tersebut mengangkat kisahnya selama bertugas sebagai diplomat Indonesia di Polandia.
"Meskipun orang lain menjadi dubes dua kali, tiga kali, tapi saya cuma satu kali di Polandia. Tapi saya merasakan betul bahwa di situ mendapatkan kepercayaan untuk mewakili Republik kita, itu adalah satu kebanggaan tersendiri buat saya," ungkapnya.
Peter menjelaskan, selama bertugas di Warsawa, ia baru menyadari Polandia adalah negara yang besar dan maju. Bahkan ia menyebut Polandia lebih besar dari negara Jerman. Ia mengatakan, dengan menjadi dubes Indonesia untuk Polandia, kemampuan mempromosikan tanah kelahiran melalui berbagai event olahraga dan budaya merupakan kenangan yang tidak terlupakan.
"Ini buku memoar saja selama saya lima tahun di Polandia, tidak ada yang lain, hanya mengenai itu aja," sambungnya.
Dalam agenda peluncuran buku tersebut, sejumlah tokoh nasional turut hadir dan sekaligus memberikan testimoni kenangan terhadap sang dubes. Di antaranya adalah Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Panjaitan dan pengusaha kawakan Chairul Tanjung, yang disebut oleh Peter telah menjalin persahabatan selama lebih dari 50 tahun.
Selain Luhut dan Chairul Tanjung, sejumlah tokoh yang juga kerabat Peter F. Gontha turut menghadiri peluncuran buku tersebut. Di antaranya adalah Addie MS, Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh, Sekjend Partai Nasdem Hermawi Taslim, Wakil Menteri Imipas Silmy Karim, Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Luthfi, serta Dubes Polandia untuk Indonesia Barbara Szymanowska.

