Rupiah 'Ketar-Ketir' Lagi, Dolar AS Naik Gara-gara Trump Bikin 'Deal' Baru dengan Inggris
JAKARTA, investortrust.id - Indeks dolar Amerika Serikat (AS) menguat sehingga membuat nilai tukar rupiah tertekan pada perdagangan Jumat (9/5/2025) pagi. Berdasarkan data Yahoo Finance, kurs rupiah merosot 45 poin (0,27%) ke level Rp 16.534 per dolar AS.
Adapun indeks dolar AS menguat 0,09% setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan perjanjian perdagangan baru dengan Inggris yang akan membuka akses pasar tambahan miliaran dolar untuk ekspor Amerika, khususnya bidang pertanian.
Baca Juga
"Sebagai bagian kesepakatan tersebut, AS telah setuju untuk menghapus tarif suku cadang pesawat buatan Inggris dan mengurangi hambatan regulasi untuk ekspor farmasi dan otomotif Inggris," kata Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro, dalam laporannya, Jumat (9/5/2025).
Dijelaskan Andry Asmoro, kesepakatan tersebut juga mencakup penghapusan tarif Inggris sebesar 19% untuk etanol, yang memungkinkan ekspor etanol AS senilai US$ 700 juta setiap tahunnya.
Baca Juga
Sementara itu, imbal hasil obligasi Pemerintah AS atau UST 10 tahun naik 10,91 bps menjadi 4,38% (-19,1 bps ytd). Saat ini, pasar tengah mencermati pembicaraan mendatang antara Menteri Keuangan AS Scott Bessent dan delegasi tingkat tinggi China yang dijadwalkan pada akhir pekan ini.
Diskusi ini dipandang sebagai titik kritis dalam meredakan ketegangan perdagangan yang meningkat antara dua ekonomi terbesar di dunia.

