Rupiah dan Indeks Dolar Kompak Menguat
JAKARTA, investortrust.id – Kurs rupiah maupun indeks dolar kompak menguat lagi pada Rabu (30/04/2025) pagi. Hal ini seiring kemajuan negosiasi tarif resiprositas Indonesia dengan Amerika Serikat dan rilis data meningkatnya foreign direct investment (FDI) ke Tanah Air kuartal I lalu. AS juga akan mencapai kesepakatan dagang dengan India dalam waktu dekat, yang merupakan negara dengan penduduk terbanyak di dunia dan perkembangan teknologinya juga pesat.
Berdasarkan data Yahoo Finance, nilai tukar mata uang Garuda bergerak menguat 30 poin atau 0,18% pada pukul 09.38 WIB, ke Rp 16.724 per dolar AS. Namun, secara year to date, rupiah masih terdepresiasi 3,97%. Kurs rupiah ini juga masih lebih lemah ketimbang asumsi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025 Rp 16.000 per dolar AS.
"Untuk perdagangan Rabu, mata uang rupiah diperkirakan fluktuatif namun ditutup menguat di rentang Rp 16.700 - Rp.16.770," kata pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi dalam keterangan, dikutip Rabu (30/04/2025).
Baca JugaBI Umumkan Syarat Lamar Calon Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS
Menguat terhadap Yen dan Euro
Rupiah juga tercatat menguat terhadap hard currencies yang lain pada perdagangan valas di pasar spot Rabu (30/04/2025) pagi. Ini seperti yen Jepang dan euro.
Rupiah tercatat menguat 55 poin atau 0.2886% terhadap euro pada pukul 09.46 WIB, ke level Rp 19.011. Namun, secara year to date, rupiah masih terdepresiasi 14,07%.
Baca JugaPMA Melonjak 12,7% Tembus Rp 230,4 Triliun, Total Investasi Rp 465,2 Triliun
Kurs rupiah juga terapresiasi 0,31 poin atau 0,26% terhadap yen pada pagi ini, ke level Rp 117,43. Namun, secara year to date, rupiah masih terdepresiasi 14,62%.

