Oversubscribed 2,72 Kali, Pemerintah Raup Rp 12 Triliun dari Lelang SBSN
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) pada tanggal 29 April 2025, dengan dana yang diraup mencapai Rp 12 triliun. Lelang ini tercatat oversubscribed 2,72 kali.
"Pemerintah melaksanakan lelang Surat Berharga Syariah Negara pada tanggal 29 April 2025 untuk seri SPNS13102025 (reopening), SPNS12012026 (reopening), PBS003 (reopening), PBS030 (reopening), PBS034 (reopening), PBS039 (reopening), dan PBS038 (reopening) melalui sistem lelang Bank Indonesia. Total nominal yang dimenangkan dari ketujuh seri yang ditawarkan tersebut adalah Rp 12 triliun," papar Direktorat Pembiayaan Syariah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko, Kementerian Keuangan dalam keterangan di Jakarta, Selasa 29 April 2025.
Baca Juga
BI Umumkan Syarat Lamar Calon Wakil Ketua Dewan Komisioner LPS
Sementara itu, total penawaran yang masuk sekitar Rp 32,68 triliun. Ini berarti oversubscribed 2,72 kali.
Yield Tertinggi 7,09747%
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan tertinggi mencapai 7,09747%. Sedangkan yang terendah sebesar 6,20000%.
"SBSN PBS038 memiliki yield rata-rata tertimbang 7,09747%, dengan tingkat imbalan 6,87500%. Obligasi negara ini senilai Rp 1,10 triliun dan tanggal jatuh tempo 15 Desember 2049," paparnya.
Yield rata-rata tertimbang yang dimenangkan terendah adalah 6,20000% untuk seri SPNS13102025 senilai Rp 0,50 triliun. Tingkat imbalannya diskonto dan jatuh tempo 13 Oktober 2025.
"Sedangkan Surat Berharga Syariah Negara seri SPNS12012026 senilai Rp 0,50 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang 6,20000% dan jatuh tempo 12 Januari 2026. PBS003 senilai Rp 3,70 triliun, dengan yield rata-rata tertimbang 6,40855% dan jatuh tempo Januari 2027. PBS030 senilai Rp 4,15 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 6,49236% dan jatuh tempo 15 Juli 2028. PBS034 tidak ada yang dimenangkan. PBS039 senilai Rp 2,05 triliun dengan yield rata-rata tertimbang 7,04403% dan jatuh tempo 15 Juli 2041," paparnya.
Semuanya dengan tanggal setelmen atau penerbitan 2 Mei 2025.
Baca Juga
PMA Melonjak 12,7% Tembus Rp 230,4 Triliun, Total Investasi Rp 465,2 Triliun

