Bukan AS, Indonesia Impor Minyak Mentah Terbesar dari Nigeria
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Indonesia berencana meningkatkan impor minyak mentah dan gas dari Amerika Serikat (AS). Rencana ini menjadi bagian dari upaya menyempitkan surplus perdagangan Indonesia dengan AS.
Rencananya, impor minyak mentah dari AS akan naik hingga 40% dari yang sebelumnya hanya dari total impor.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) impor minyak dan gas (migas) secara total pada 2024 sebesar US$ 2,49 miliar. Angka ini terdiri dari US$ 430,9 juta untuk minyak mentah dan US$ 2,07 miliar untuk hasil minyak.
Pada periode Januari hingga Maret 2025, Indonesia telah mengimpor migas senilai US$ 798,3 juta. Angka ini naik 45,7% dari periode yang sama 2024 yang tercatat sebesar US$ 547,9 juta.
Pada periode tersebut, minyak mentah yang diimpor Indonesia sebesar 239 juta ton dengan nilai US$ 138,9 juta atau turun -0,5% pada periode tahun 2024 yang tercatat sebesar US$ 139,6 juta.
AS merupakan negara kelima eksportir minyak mentah ke Indonesia. Negara pertama eksportir minyak mentah ke Indonesia yaitu Nigeria. Indonesia selama periode Januari-Maret 2025 ini, Indonesia sudah mengimpor 1,25 juta ton minyak mentah dari Nigeria dengan nilai US$ 717,4 juta.
Baca Juga
Negara kedua pengekspor minyak mentah ke Indonesia yaitu Angola. Dari negara ini, Indonesia mengimpor 812,07 ribu ton dengan nilai total US$ 439,07 juta. Ketiga, yaitu Gabon dengan nilai ekspor 550,87 ribu ton dengan nilai US$ 312 juta.
Arab Saudi menjadi negara keempat pengekspor minyak mentah. Sebanyak 239,14 juta ton minyak mentah telah diimpor Indonesia pada periode Januari hingga Maret 2025. Nilai impor minyak mentah ini mencapai US$ 138,9 juta.
Pada posisi keenam, Indonesia mengimpor minyak dari Australia dengan volume 149,03 ribu ton dan nilai sebesar US$ 95,9 juta. Ketujuh, Indonesia mengimpor minyak dari Aljazair dengan besaran volume 125,25 ribu ton dan nilai US$ 72,82 juta.
Negeri Jiran Malaysia menjadi ekspor nomor delapan minyak mentah dari Indonesia. Volume dan nilai minyak mentah yang diimpor dari Indonesia sebesar 117,99 ribu ton dan seharga US$ 69,9 juta.
Dua negara terakhir yang memasok minyak mentah ke Indonesia yaitu Brunei Darussalam dan Guinea Ekuatorial. Dari Brunei, Indonesia menerima 79,74 ribu ton dan nilainya US$ 48,3 juta. Adapun dari Guinea Ekuatorial yaitu dengan besaran 58,2 ribu ton dengan nilai US$ 36,6 juta.

