Indeks Dolar Turun, Rupiah Melemah Rabu Ini
JAKARTA, investortrust.id - Di tengah indeks dolar Amerika Serikat turun, kurs rupiah masih tertekan dalam pembukaan perdagangan valas, Rabu (16/04/2025) pagi ini. Berdasarkan data Yahoo Finance kurs rupiah bergerak melemah 25 poin Rp 16.834 per dolar AS, melanjutkan depresiasi ke posisi Rp 16.809 per dolar AS kemarin.
"Tarif resiprositas oleh Presiden AS Donald Trump masih menjadi perhatian serius pasar. Terbaru, Presiden Trump mengatakan Cina harus kembali ke meja perundingan untuk melonggarkan tarif, menekankan pentingnya permintaan konsumen AS," kata Chief Economist PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro dalam keterangan di Jakarta, Rabu (16/04/2025).
Ia menyebut, sebelumnya rupiah telah menguat pada hari Senin (14/04/2025), karena harapan akan adanya jeda pemberlakukan dalam tarif otomotif dan pengecualian untuk beberapa barang teknologi. Namun, kemudian, Departemen Perdagangan AS meluncurkan penyelidikan terhadap impor semikonduktor dan farmasi, yang mengisyaratkan kemungkinan tarif impor baru.
"Trump juga mengancam akan tetap mengenakan tarif untuk tembaga, semikonduktor, elektronik, dan farmasi dalam waktu dekat. Ini menahan ketidakpastian dan mempertahankan DXY turun lebih dari 9% tahun ini," kata Andry.
Berdasarkan data Yahoo Finance, indeks dolar pada Rabu pagi pukul 09.53 WIB turun 0,41 poin atau 0,41% ke 99,81. Sedangkan secara year to date, DXY sudah merosot 8%.
Sentimen negatif global datang dari perseteruan sengit dua kekuatan ekonomi terbesar dunia, AS dan Cina. Tarif impor resiprositas AS mendapat retaliasi dari Cina, dengan memberlakukan tarif yang dinaikkan berulang kali untuk produk AS hingga 125%. Terakhir, dibalas lagi oleh Presiden AS Donald Trump dengan menaikkan tarif impor atas Tiongkok 145% dan kemudian ada pengecualian memberlakukan tarif 20% untuk produk elektronik seperti smartphone dan laptop.
Sedangkan untuk negara lain, Trump menunda pemberlakuan tarif resiprositas 90 hari untuk negosiasi, per 9 April 2025. Tarif resiprositas untuk Indonesia ditetapkan AS 32%.
Baca Juga
Tim Negosiasi ke AS
Sebelumnya, tim negosiasi Indonesia untuk membahas penurunan tarif resiprositas 32% atas Indonesia berangkat ke Amerika Serikat, Selasa (15/04/2025). Tim negosiasi akan dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto.
“Kami sudah berkomunikasi dengan US Secretary of Commerce (Menteri Perdagangan AS),” kata Airlangga saat menghadiri Forum Bisnis Rusia-Indonesia, di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (14/04/ 2025).
Baca Juga
Namun, Airlangga tidak bersedia membeberkan materi proposal negosiasi yang diajukan kepada pihak Amerika. “Isi proposalnya rahasia, tidak akan dibuka ke publik. Jangan main tebak-tebakan. Tidak akan saling tekan-menekan dalam negosiasi. Yang penting tarif nanti bisa turun,” tuturnya.
Amerika Serikat menetapkan tarif impor 32% terhadap Indonesia yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Liberation Day 2 April lalu. Menjelang deadline pemberlakuan 9 April, Trump kemudian menunda pemberlakuan tarif resiprositas tersebut selama 90 hari kepada sebagian besar negara untuk membuka ruang negosiasi, kecuali terhadap Cina.

