Berangkat ke AS Malam Ini, Tim Negosiasi Diminta Prabowo Dapat Turunkan Tarif Trump
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Prabowo Subianto meminta tim negosiasi dapat menurunkan tarif resiprokal yang diterapkan Presiden AS Donald Trump terhadap barang dari Indonesia. Tim negosiasi yang dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto akan berangkat ke AS, Selasa (15/4/2025) malam ini.
"Belum ada (target dari Prabowo). Yang penting diturunkan," kata Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (15/4/2025).
Amerika Serikat menetapkan tarif timbal balik sebesar 32% terhadap barang-barang dari Indonesia yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Liberation Day, 2 April lalu. Menjelang deadline 9 April 2025, Trump mengumumlan menunda pemberlakuan tarif resiprokal tersebut selama 90 hari untuk membuka ruang negosiasi.
Baca Juga
Airlangga mengatakan, Prabowo tidak menyampaikan angka tarif yang diinginkan Indonesia secara spesifik. Prabowo hanya menyampaikan pesan agar proses negosiasi berjalan sebaik-baiknya untuk kepentingan nasional.
"Negosiasi sebaik-baiknya untuk kepentingan nasional," jelasnya.
Airlangga mengatakan, Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani sudah lebih dahulu berangkat ke AS. Sugiono bertemu dengan Menlu AS Marco Rubio. Sementera itu, Sri Mulyani berada di AS untuk menhadiri Spring Meeting IMF-World Bank di Washington DC.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan, kata Airlangga telah berbicara dengan Mendag AS Howard Lutnick yang membahas kerangka kerja yang diharapkan kedua belah pihak. Pembicaraan itu akan ditindaklanjuti oleh Airlangga dan tim negosiasi.
"Saya, dan beberapa, Bu Mari (Wakil Ketua DEN Mari Elka Pangestu) dan yang lain yang intinya kita bahas mengenai framework apa yang diharapkan oleh Amerika dan apa yang diharapkan oleh Indonesia," katanya.
Airlangga menjelaskan, pembicaraan saat ini masih secara global dan teknisnya akan dibahas dalam pertemuan nantinya. Selain dengan pemerintah AS, tim negosiasi juga akan bertemu dengan Departemen Keuangan AS, Kantor Perwakilan Dagang AS atau US Trade Representative (USTR), dan berbagai asosiasi yang sepemahaman dengan Indonesia.
"Ada US-ASEAN, ada USINDO ada berbagai asosiasi bisnis yang ada di Washington," katanya.
Airlangga mengakui negosiasi terkait tarif Trump merupakan negosiasi yang akan berlangsung dalam dua atau tiga putaran. Namun, Airlangga memastikan, Indonesia berharap hasil negosiasi merupakan sesuatu yang spesifik dan konkret.
"Sehingga kita dalam tanda petik kalau untuk perjanjian nanti framework berikut dalam bentuk limited FTA atau kita pernah punya TIFA dengan Amerika nah itu yang dalam format perjanjian, tetapi yang lain kita minta yang spesifik outcome yang pragmatis saja," paparnya.
Diberitakan, tim negosiasi Indonesia untuk membahas penurunan tarif resiprokal berangkat ke Amerika Serikat, Selasa (15/4/2024) ini. Tim negosiasi akan dipimpin Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.
“Kami sudah berkomunikasi dengan US Secretary of Commerce (Menteri Perdagangan AS,” kata Airlangga menghadiri Forum Bisnis Rusia- Indonesia, di Hotel Raffles, Jakarta, Senin (14/4/ 2025).
Baca Juga
Hari Ini, Menko Airlangga Pimpin Tim Negosiasi Tarif Berangkat ke AS
Airlangga tidak bersedia membeberkan materi proposal negosiasi yang diajukan kepada pihak Amerika.
“Isi proposalnya rahasia, tidak akan dibuka ke publik. Jangan main tebak-tebakan. Tidak akan saling tekan-menekan dalam negosiasi. Yang penting tarif nanti bisa turun,” tuturnya.
Amerika Serikat menetapkan tarif impor 32% terhadap Indonesia yang diumumkan Presiden Donald Trump pada Liberation Day pada 2 April lalu. Menjelang deadline 9 April, Trump kemudian menunda pemberlakuan tarif resiprokal tersebut selama 90 hari untuk membuka ruang negosiasi.

