Airlangga Sebut Rusia Mitra Strategis Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan di tengah situasi global saat ini, Rusia merupakan mitra strategis bagi Indonesia. Selain ketidakpastian perniagaan dan keuangan, Rusia memiliki resiliensi di tengah kondisi saat ini.
Hal itu diungkapkan saat menghadiri Roscongress International Business Forum Rusia-Indonesia, di Jakarta, Senin (14/4/2025).
Baca Juga
Forum Bisnis Indonesia-Rusia Siap Perluas Kemitraan Strategis
"Tadi kami juga menjelaskan bahwa perekonomian Indonesia dan Rusia menjadi strategis dalam situasi ketidakpastian global dan Eurasia menjadi salah satu trade block yang kita akan terus dorong," kata Airlangga, Senin.
Airlangga mengungkapkan bahwa Indonesia menargetkan pertumbuhan ekonomi 8% pada 2028–2029. Untuk mencapai target tersebut, Indonesia membidik investasi US$ 800 juta dalam 5 tahun ke depan, melalui hilirisasi industri dan peningkatan rantai nilai, khususnya mineral kritis, seperti nikel, tembaga, bauksit, dan produk pertanian bernilai tambah.
Airlangga menyebut bahwa Rusia bisa menjadi mitra penting dalam pengembangan teknologi dan pasar produk-produk bernilai tinggi tersebut. "Di zona ekonomi khusus, kami sedang kembangkan 25 kawasan yang meliputi industri, pariwisata, digital, dan perawatan pesawat (maintenance, eepair, and operations/MRO), tersebar di seluruh Indonesia, termasuk kawasan timur untuk pengolahan mineral," jelasnya.
Di bidang energi, Airlangga menuturkan bahwa Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060. Selain itu, pemerintah tengah menjajaki kerja sama dengan Rusia melalui perusahaan, seperti Gazprom, Novatek, dan Rosatom dalam pengembangan reaktor modular kecil, teknologi hidrogen, hingga baterai.
Di bidang digital, Indonesia menargetkan nilai ekonomi digital domestik sebesar US$ 760 juta pada 2025 dan US$ 1 miliar pada 2030 di ASEAN. Airlangga menekankan pentingnya infrastruktur pendukung, seperti logistik, energi, transmisi antar-pulau, serta konektivitas digital melalui satelit orbit rendah.
Baca Juga
Kesal dengan Putin, Trump Ancam Negara yang Beli Minyak dari Rusia
Dalam kerja sama pariwisata, ia juga mendorong dibukanya penerbangan langsung dari Moskow ke kota-kota selain Bali. Hal tersebut dilakukan guna meningkatkan jumlah wisatawan Rusia yang datang ke Indonesia.
Airlangga juga mendorong pelaku usaha kedua negara untuk memanfaatkan forum bisnis dan kemitraan antar-lembaga, seperti antara Kadin Indonesia dan Roscongress Foundation, untuk mewujudkan kerja sama yang konkret.
Dalam kesempatan itu, Airlangga juga turut membeberkan tiga program utama Presiden Prabowo Subianto, yakni makan bergizi gratis, keamanan pangan, dan swasembada energi. (C-14)

