Jepang dan China Gelar Diskusi Perdagangan Setelah 6 Tahun
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah Jepang dan China menggelar Dialog Ekonomi di Tokyo, Sabtu (22/3/2025). Pertemuan yang berlangsung 2 jam 45 menit tersebut digelar pertama kali setelah terakhir kali bertemu pada April 2019 atau enam tahu silam. Menteri Luar Negeri (Menlu) Jepang Iwaya Takeshi menjadi perwakilan pembahasan. Sementara China diwakili Menlu China Wang Yi.
Dikutip dari laman resmi Kementerian Luar Negeri Jepang, Minggu (23/3/2025) Iwaya memaparkan pentingnya menjalin kerja sama ekonomi antara negaranya dengan China. Promosi dan kerja sama di bidang ekonomi kedua negara perlu mendapat pemahaman dari warga kedua belah negara.
Iwaya menyatakan pentingnya menjamin keselamatan dan keamanan ekspatriat Jepang di China. Selain itu, Jepang juga meminta pencabutan pembatasan impor terhadap komoditas pertanian dan perikanan yang berasal dari Jepang.
Mengenai pembatasan impor produk perikanan Jepang oleh China, kedua belah pihak menyatakan apresiasi mereka atas implementasi yang stabil dari "Pengakuan Bersama antara Jepang dan China" yang diumumkan pada September lalu, dan pihak Jepang menyerukan dilanjutkannya impor produk perikanan Jepang dalam waktu dekat.
Baca Juga
Mendag Optimistis CAEXPO 2025 Bisa Pertahankan Surplus Perdagangan
Kedua belah pihak mengkonfirmasi untuk terus melakukan langkah-langkah tambahan dalam kerangka International Atomic Energy Agency (IAEA). Selain itu, mengenai dilanjutkan dan diperluasnya impor produk pertaniannya, pihak Jepang, menyatakan pentingnya memprioritaskan penyelesaian masalah dengan cepat. Jepang saat ini tengah menyerukan dilanjutkannya impor daging sapi dan diperluasnya impor beras Jepang.
Lebih lanjut, kedua belah pihak mendorong Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang dan Administrasi Umum Bea Cukai China untuk memanfaatkan kerangka "Inisiatif Promosi Keamanan Pangan Jepang-China" dan untuk melanjutkan dialog antara pejabat tingkat kerja.
Kedua negara mendiskusikan kerja sama praktis di bidang ekonomi dalam kerangka “Hubungan Saling Menguntungkan Berdasarkan Kepentingan Strategis Bersama”. Kerangka ini menyasar pembahasan mengenai ekonomi hijau.
Baca Juga
Mereka sepakat menindaklanjuti Forum Konservasi Energi dan Lingkungan Jepang-China di Tokyo, November 2024. Forum ini selanjutnya akan digelar di Beijing, China, tahun ini.
Mengenai lingkungan bisnis kedua negara, Iwaya meminta China agar transparan dalam menerapkan aturan mengenai anti-spionase. Aturan itu menjadi faktor yang membatasi warga negara Jepang berbisnis di China.
Iwaya juga menyerukan agar China segera melepaskan warga negara Jepang yang ditahan dan memastikan keselamatan dan keamanannya. Dengan demikian, pihak Jepang menyerukan pembentukan lingkungan bisnis yang adil, dapat diprediksi, dan transparan.

