Lebaran, Layanan BI-FAST Beroperasi 24 Jam
JAKARTA, investortrust.id - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Filianingsih Hendarta memastikan fitur pembayaran digital BI-FAST akan beroperasi selama 24 jam sehari, dalam momen Lebaran 2025 M atau Idulfitri 1446 H. Ia menyebut layanan BI-FAST akan dapat digunakan di mana pun dan kapan pun.
"Kita tidak akan berhenti untuk pelayanan BI-FAST. Jadi, akan terus 24 jam (sehari) 7 hari (seminggu) dan tidak libur selama libur Lebaran," katanya dalam konferensi pers rapat dewan gubernur (RDG) di kantor BI, Jakarta, Rabu (19/03/2025).
Baca Juga
Kepemilikan SBN oleh Dapen hingga Ritel Naik, Asing Net Buy Rp 16,83 Triliun
Bank Indonesia akan mengoptimalkan layanan BI-FAST, yang diyakini penggunaannya akan meningkat selama libur lebaran. Filianingsih menyebut setidaknya pada momen libur lebaran yakni 28 Maret-7 April 2025 layanan BI-FAST akan beroperasi penuh untuk melayani kebutuhan masyarakat.
Pembayaran Digital Tumbuh 31,21%
Sementara itu Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Februari 2025 tetap tumbuh, didukung oleh sistem pembayaran yang memadai. Dari sisi transaksi, pembayaran digital mencapai 3,38 miliar transaksi atau tumbuh 31,21% (yoy) pada Februari 2025, yang didukung oleh seluruh komponennya.
Menurut Perry, volume transaksi pada aplikasi mobile dan volume transaksi pada internet terus meningkat, masing-masing tumbuh sebesar 32,22% year on year dan 16,51% (yoy) pada Februari 2025. Demikian pula, volume transaksi pembayaran digital melalui QRIS tetap tumbuh tinggi sebesar 163,32% (yoy) pada Februari 2025, didukung peningkatan jumlah pengguna dan merchant.
Baca Juga
"Dari sisi infrastruktur, volume transaksi ritel yang diproses melalui BI-FAST mencapai 330,08 juta transaksi. Ini tumbuh 75,82% (yoy) dengan nilai mencapai Rp 858,27 triliun pada Februari 2025," ujar Perry.
Ia juga menjelaskan, volume transaksi nilai besar yang diproses melalui BI-RTGS meningkat sebesar 4,66% (yoy) menjadi 807,18 ribu transaksi dengan nilai Rp 14.749,90 triliun, pada Februari 2025. Sedangkan dari sisi pengelolaan uang rupiah, Uang Kartal yang Diedarkan (UYD) tumbuh 9,79% (yoy) menjadi Rp 1.112,22 triliun pada Februari 2025.

